Anda Suami Istri yang Bekerja? Begini Cara Terbaik Mengurus Dan Mendidik Anak

Setelah menikah, kebutuhan hidup tentu saja semakin banyak. Apalagi jika nanti keluarga...Bagi Anda pasangan suami istri yang sama-sama bekerja...
Setelah menikah, kebutuhan hidup tentu saja semakin banyak. Apalagi jika nanti keluarga kecil Anda sudah dikaruniai anak, pastinya terus bertambah.

Untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup, biasanya istri membantu sang suami mencari penghasilan dengan bekerja. Entah itu disebabkan oleh gaji suami yang minim atau mungkin sudah mendapat "lampu hijau" dari suami untuk berkarir dan Anda boleh bekerja.

Apabila suami istri bekerja, sebagai orang tua, Anda tetap harus bertanggung jawab untuk mendidik, mengasuh dan membesarkan sang buah hati. Meskipun ada pengasuh, anak Anda tetap membutuhkan curahan perhatian yang cukup dari orang tuanya.

Upayakan jangan hanya sibuk bekerja, sampai lupa kewajiban Anda terhadap anak. Ingatlah, bahwa orang tua adalah guru terbaik bagi anak-anaknya. Oleh sebab itu, waktu antara pekerjaan dan keluarga, terutama dengan anak harus tercukupi dengan seimbang agar anak tetap memperoleh kasih sayang dari orang tuanya.

mengurus mendidik anak suami istri bekerja

Bagi Anda pasangan suami istri yang sama-sama bekerja, berikut adalah beberapa tips mendidik, mengasuh dan membesarkan anak yang dapat Anda lakukan.

Baca Juga:

Atur dan Berikan Waktu Berkualitas Anda

Tidak bisa dipungkiri, bahwa pekerjaan di kantor tentu saja sangat menyita perhatian Anda. Tumpukan tugas deadline menanti Anda setiap hari untuk diselesaikan. Namun sesibuk apapun dalam pekerjaan, berilah waktu terbaik Anda untuk anak-anak.

Misalnya setelah pulang bekerja, Anda bisa duduk bersama dengan anak sambil menonton tv, bercanda ringan di ruang keluarga, atau bisa juga dengan membantunya mengerjakan tugas sekolah. Saat hari libur, jangan ganggu waktu Anda untuk melakukan tugas dalam pekerjaan. Manfaatkan waktu libur sepenuhnya untuk keluarga.

Waktu berkumpul inilah yang akan semakin mendekatkan anak dengan Anda sebagai orang tuanya. Jangan renggut kebahagiaan mereka dengan Anda lalai untuk memperhatikannya dan justru asyik dengan dunia sendiri. Bersama orang tua merupakan suatu kebahagiaan paling besar bagi seorang anak.

Jangan Berpikir Kasih Sayang Bisa Diganti Uang

Jika Anda sedang memiliki waktu sedikit bersama anak, maka sebaiknya jangan langsung memberi hal yang instan. Alih-alih agar sang anak tidak menuntut waktu orang tua, Anda menuruti berbagai macam permintaan yang diajukan oleh anak, seperti memberikan uang jajan yang banyak, membelikan mainan kesukaan, dan lain sebagainya.

Kebiasaan tersebut akan menyebabkan kelak anak menjadi manja. Perlu diketahui, bahwa uang tidak akan pernah bisa menggantikan apapun, termasuk kasih sayang orang tua. Yang anak mau bukanlah hanya materi yang diberikan dari Anda, tetapi perhatian dan kasih sayang yang tulus.

Pengasuh hanya Pendamping

Anda merupakan pasangan suami istri sibuk bekerja? Solusi mengurus anak biasanya diserahkan kepada pengasuh.

Hal seperti itu sejatinya tidak ada masalah, tapi mestinya jangan asal pilih pengasuh. Sebab, sekarang banyak pengasuh yang "manis" di depan, tapi "menusuk" dari belakang. Artinya kapan saja bisa membahayakan anak Anda.

Jadi, carilah pengasuh yang profesional dan benar-benar menyukai anak-anak. Agar bisa dipercaya, Anda dapat mempekerjaan pengasuh, dari kalangan orang-orang terdekat, sehingga akan lebih aman.

Pengasuh sejatinya hanya seorang pendamping. Begitu Anda dan pasangan pulang bekerja atau sedang libur, maka saat itu Anda harus langsung mengambil alih pengurusan anak-anak.

Bukankah Anda tidak mau jika anak-anak justru lebih "lengket" dengan pengasuh dibanding Anda selaku orang tuanya?

Baca Juga:

Ajak Komunikasi dan Jadilah Pendengar yang Baik

Anda dan pasangan memang bekerja untuk anak. Tapi bukan berarti hal tersebut menjadi alasan untuk terlepas dari tanggung jawab. Saat berkumpul bersama anak, janganlah bersikap cuek. Jangan pula sibuk dengan ponsel Anda. Ajak anak berkomunikasi. Bila perlu, sampaikan keinginan Anda atau sebaliknya.

Saat anak sudah mulai banyak bicara, posisikan diri Anda sebagai pendengar. Biarkan anak mengutarakan apapun dan beri tanggapan yang bijak, termasuk jika anak meminta solusi.

Hal itu mungkin terkesan sepele, namun percayalah bahwa dengan Anda mengajaknya berkomunikasi dan menjadi pendengar yang baik, maka anak akan bahagia. Hubungan Anda dan anak akan terus dekat.

Bersikap yang Baik dan Jadilah Teladan untuk Anak

Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak. Anak akan mencontoh semua perilaku kedua orang tuanya. Jadi berilah teladan yang baik. Misalnya dengan tidak merokok di dalam rumah, membuang sampah pada tempatnya, berbicara dengan tutur kata yang baik, dan sebagainya.

Berikan Reward dan Punishment

Sebagai orang tua, Anda harus memiliki sikap tegas meskipun sibuk bekerja. Terapkan sistem penghargaan dan hukuman untuk anak. Anda bisa memberi penghargaan jika sikap anak baik, seperti memujinya apabia telah melakukan perbuatan baik, mengajaknya liburan jika nilai rapor anak bagus agar terus meningkatkan atau mempertahankan prestasinya.

Begitu pula sebaliknya, jika anak melakukan kesalahan, didik dengan kata-kata maaf. Bila nakal sudah melampaui batas, Anda bisa memberikan hukuman, seperti potong uang jajan, menyita ponselnya untuk jangka waktu sebulan. Diharapkan agar anak dapat menyadari tentang kesalahannya dan tidak mengulanginya lagi.

Karier Sukses, Keluarga Harmonis

Karier dan keluarga harus berjalan seirama. Walaupun Anda dan pasangan bekerja, tapi tetap menomorsatukan keluarga atau anak. Bekerja bukan berarti Anda membesarkan anak seadanya.

Baca juga:

Kalau anak-anak Anda tumbuh cerdas, berbudi pekerti baik, itu merupakan hasil didikan dari orang tuanya. Orang tua yang tetap mencurahkan perhatian dan kasih sayang kepada anak. Dengan begitu, Anda akan tenang saat bekerja. Karier pun bakal melesat, berkat dukungan dari keluarga, terutama anak.