Ketahuilah Nilai Optimisme Pada Surah Adl Dluha Dan Al Insyirah

Biasanya sering kali imam shalat Subuh berjamaah di masjid atau musholla membacakan Surah Adl Dluha (QS ke-93 ) pada rokaat pertama dan membaca Surah Al Insyirah (QS ke-94) di rokaat kedua.

Jika kita cermati dari segi maknanya, kedua surat tersebut membawa pesan yang sangat mendalam yang berkenaan dengan bekal untuk meraih keberhasilan hidup serta bahagia di dunia dan akhirat.

Setidaknya terdapat lima kunci sukses dan bahagia yang Allah ajarkan kepada kita melalui dua surah tersebut. Tahukah Anda apa sajakah itu?

Ketahuilah Nilai Optimisme Pada Surah Adl Dluha Dan Al Insyirah

Pertama, yaitu Allah memberikan pembelajaran kepada kita agar jangan sekali-kali berlaku sewenang-wenang terhadap anak yatim. “Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.” (QS. Adl Dluha ayat 9)

Baca juga: Bagaimana Pandangan Islam Terhadap Pendidikan, Teknologi & Sains?

Rasulullah sangat menyayangi dan memuliakan anak yatim. Sehingga beliau pun sangat menghargai orang-orang yang senantiasa menyayangi anak yatim. “Aku dan pemelihara anak yatim seperti ini di surga.” Dan Rasulullah mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya dan merenggangkan keduanya.” (HR. Bukhari Muslim)

Bayangkan, siapa yang tidak ingin berdekatan dengan Rasulullah di akhirat nanti? Tentunya semua orang berkeinginan untuk bertemu dan dekat dengan Rasulullah di surga.

Diketahui dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, “… janganlah kamu berkata kasar kepada anak yatim. Yaitu, janganlah kamu menghinakan dan menghardiknya, tetapi berbuat baiklah kepadanya dan berlakulah lemah lembut.”

Kedua, kita juga diingatkan agar jangan sekali-kali mengusir orang miskin yang datang kepada kita untuk meminta bantuan. “Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.” (QS. Adl Dluha ayat 10)

Bantulah mereka semampu kita, meski sekecil apapun bantuan tersebut sekiranya akan meringankan beban mereka. Seandainya kita tidak mampu membantunya, maka berkata-katalah yang baik kepadaya.

Ketiga, kita juga diajarkan oleh Allah agar selalu bersyukur kepada-Nya dengan cara sering menyebut-nyebut dan mengingat nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. “Dan terhadap nikmat Robbmu, maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya.” (QS. Adl Dluha ayat 11)

Saiful Bahri dalam Tadabbur Juz ‘Amma mengemukakan, bahwa Surah Adl Dluha ini menegaskan pesan tentang belajar bersyukur. “Semoga dengan inspirasi Surat Adl Dluha kita dapat lebih memanfaatkan waktu kita untuk melakukan kebaikan. Selanjutnya kita dapat menjadi seorang hamba yang selalu memperbanyak bersyukur kepada Allah dan dapat menularkan kesyukuran ini kepada orang lain dengan keteladanan dan perkataan yang baik.”

Keempat, kita diajarkan untuk selalu menyelesaikan setiap tugas dan pekerjaan pada kesempatan pertama. Dan tidak boleh menunda-nunda pekerjaan sekecil apapun. “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (QS. Al Insyirah ayat 7)

Dengan demikian, menurut Tadabbur Juz ‘Amma, “Sehingga akan maksimal produktivitas seseorang.”

Dalam Tafsir Fi Zhilalil Quran, Sayyid Quthb menegaskan, “Apabila kamu telah selesai melakukan kesibukanmu dengan manusia dan bumi (kehidupan duniawi), maka hadapkanlah hatimu secara total kepada hal-hal yang harus engkau lakukan dengan serius dan sungguh-sungguh. Yaitu, beribadah, penyucian diri, menadahkan harapan, dan menghadap kepada Ilahi.”

Kelima, apapun yang kita lakukan, jangan sampai lupa untuk selalu mengaitkannya dengan Allah. Caranya, yaitu dengan bekerja semaksimal mungkin, berdoa semaksimal mungkin pula, dan berserah diri sepenuhya hanya kepada Allah SWT. “Dan hanya kepada Robbmu-lah, hendaknya engkau berharap.” (QS. Al Insyirah ayat 8)

Dalam Tafsir Ibnu Katsir diterangkan pesan penting pasangan ayat ke-7 dan ke-8 ini, “Yaitu, bila kamu telah selesai dengan urusan-urusan dunia dan kesibukannya serta telah melepaskan berbagai atributnya, maka siapkanlah langkah kakimu untuk beribadah dan lakukanlah dengan penuh semangat, kosongkanlah pikiran dari keduniaan dan ikhlaskanlah niat serta harapan kepada Robbmu.”

Baca juga: Haruskah Kita Membantu Orang Yang Sedang Dilanda Kesulitan?

Sedangkan Prof Dr Wahbah Zuhaili dalam Tafsir Al Wasith mengemukakan pesan Surah Al Insyirah ayat 7 dan 8 sebagai berikut,

فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ ٧ وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْ ࣖ ٨

Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), dan hanya kepada Robbmulah engkau berharap. (QS. Al Insyiroh ayat 7-8)

Setelah engkau menyelesaikan amalan-amalan agama dan dunia, menghadaplah kepada Allah SWT, pusatkan keinginanmu pada Allah SWT semata, menunduklah pada-Nya seraya takut pada-Nya dan mengharapkan surga, jangan mengharapkan pahala atas amal yang engkau kerjakan selain kepada Allah SWT, karena Allah SWT layak untuk dituju, layak dijadikan tempat untuk menundukkan diri dan bertawakal.

Semoga kita semua tidak hanya membaca Surah Adl Dluha dan Surah Al Insyirah saat melaksanakan sholat Subuh, melainkan juga dapat memetik pesan dan semangat (optimisme) yang terkandung di dalamnya, demi meraih hidup sukses dan bahagia di dunia maupun akhirat.

Kirim Komentar

Komentar yang Anda berikan dimoderasi.
Jika sesuai dengan ketentuan, maka akan segera muncul.
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang baik dan santun serta tidak melakukan spamming.

Lebih baru Lebih lama