Hal Inilah Yang Menyebabkan Orang Jadi Mudah Marah

Apakah di sekitar Anda ada orang yang sedang mudah marah? Mungkin pada hari ini ada di antara teman, saudara, keluarga atau rekan kerja Anda sedang mudah marah-marah, yang padahal orang tersebut tidak biasanya seperti itu.

Apabila demikian, bisa jadi teman, saudara, keluarga atau rekan kerja Anda sedang mengalami hal yang akan Guru Abata sampaikan ini, yaitu tentang beberapa penyebab orang mudah marah.

Beberapa Penyebab Yang Membuat Orang Menjadi Mudah Marah

1. Lapar


Orang yang sedang lapar, baik laparnya karena tidak ada yang hendak dimakan atau karena tidak punya uang, atau mungkin sekedar tidak sempat makan atau juga terlambat makan, pada umumnya akan mudah terpancing emosinya.

Oleh karena itu, dalam Islam ada ajaran bahwa seorang hakim (Qadli) saat akan memutuskan suatu masalah, ia tidak boleh dalam keadaan lapar agar hasil keputusan yang dikeluarkan tidak dikotori oleh misi-misi pribadi.

Memang, sebagian orang ada yang boleh dibilang sangat mumpuni sehingga ia mampu mengontrol dan mengatur emosinya dengan baik. Orang yang demikian itu meski ia sedang lapar, bisa jadi emosinya tetap stabil.

Namun, orang yang seperti ini biasanya tidak banyak, bahkan biasanya adalah orang-orang tertentu yang dipilih oleh Allah SWT, seperti halnya seorang Nabi atau para walinya.

2. Sakit


Orang yang sedang sakit, meskipun sakitnya tidak terlalu berat, seperti pusing, flu, sakit kepala, demam panas, masuk angin dan sejenisnya, apalagi penyakitnya lebih berat, juga termasuk salah satu orang yang mudah terpancing emosinya, sehingga ia akan mudah marah.

Hal ini terjadi karena kondisi fisiknya yang sedang sakit sangat berpengaruh terhadap psikis atau kejiwaannya. Bahkan, orang yang sedang sakit akan cenderung kehilangan komitmen.

Mungkin di antara Anda ada yang tahu tentang seorang artis. Ia adalah seorang muslimah, terlepas apakah ia seorang muslimah yang taat ataukah ia sebatas beragama saja, namun yang terekspos di media, ia adalah seorang muslimah.

Namun, kemudian ia keluar dari keislamannya saat ia sakit karena terpesona oleh bimbingan mamanya sendiri yang seorang nonmuslim.

Itulah sebabnya, orang yang sedang sakit perlu diberi bimbingan dan pesan-pesan spiritual untuk tetap semangat dan konsisten dalam keimanan dan kesabaran, bahwa sakit yang menimpanya adalah ujian dari Allah SWT.

Orang yang sedang sakit perlu ditemani agar jangan sampai stres. Dan orang yang sakit kata-kata dan keputusannya tidak bisa langsung diambil dan diterima sepenuhnya karena tubuhnya yang sedang sakit akan berakibat negatif terhadap mentalnya.

Dengan demikian sangat pantas kalau di antara syarat menjadi seorang pemimpin, seperti presiden dan wakil presiden, haruslah orang yang sehat rohani dan jasmani.

3. Mengantuk atau Sedang Tidur


Orang yang sedang berada dalam kondisi sangat mengantuk, ia punya suatu kepentingan yang sangat pribadi, yaitu ingin tidur dan istirahat.

Biasanya, orang yang dalam kondisi demikian tidak ingin diganggu, apalagi ia sedang tidur, ia sama sekali tidak mau diganggu, dan kalaupun ia dimintai untuk memberikan suatu keputusan, maka keputusannya sering tidak maksimal. Bahkan, kalau ada sesuatu yang dapat mengganggu kepentingannya (tidur), emosinya akan mudah terpancing dan pada gilirannya akan mudah marah.

4. Letih


Letih, capai dan penat juga dapat menjadi penyebab mudahnya timbul kemarahan. Sebab biasanya ia sedang menginginkan sesuatu, ia butuh sesuatu, yaitu rileks dan istirahat. Entah istirahat dalam arti duduk, bernaung dari kepanasan dan terik matahari, atau istirahat dalam arti tidur sejenak.

5. Sibuk


Mereka yang sedang sibuk membutuhkan dua energi sekaligus, yaitu energi fisik dan energi pikiran. Itulah sebabnya sebagian orang yang sedang sibuk tidak dapat menerima telepon, tidak bersedia menerima tamu, dan lain-lain.

Pendek kata, ia tidak mau diganggu. Bahkan mereka cenderung mudah marah karena baik baik fisik maupun pikirannya mengalami kelelahan.

6. Hamil


Orang yang sedang hamil memiliki beban dan tanggung jawab yang lebih dari biasanya. Oleh karena itu, sebagian orang yang sedang hamil, emosinya mudah naik. Meskipun demikian, ada pula sebagian orang hamil yang tidak mengalami hal ini.

7. Haid


Wanita yang akan “dapet” alias mau haid biasanya sensitifitasnya naik. Tidak boleh ada salah sedikit karena biasanya langsung marah-marah, mengomel, dan emosinya menjadi tidak terkontrol.

Hal ini disebabkan akan terjadi perubahan di dalam tubuh seorang wanita, dimana sel-sel telur di dalam rahim seorang wanita mengalami pengelupasan dan akan keluar dalam bentuk darah haid.

Sebagian wanita mengalami sakit yang sangat pada saat-saat akan keluar darah kentalnya.

Faktor-faktor inilah yang menyebabkan banyak wanita kehilangan kesadarannya sehingga membuat mereka menjadi sensitif dan mudah sekali marah.

Dengan mengetahui tentang beberapa penyebab orang mudah marah ini, apabila ada orang disekitar kita yang sedang mengalami hal di atas maka kita akan lebih waspada untuk tidak mengganggu atau setidaknya harus lebih hati-hati jangan sampai menyinggung perasaannya.

Kirim Komentar

Komentar dimoderasi. Jika sesuai dengan ketentuan, maka akan segera muncul.
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang baik dan santun serta tidak spamming.

Lebih baru Lebih lama