Perlukah Orang Tua Berperan Dalam Mengawal Kegiatan Belajar Dari Rumah?

Padahal, peran orang tua sangat dibutuhkan dalam pembelajaran. Keikutsertaan orang tua dan masyarakat dalam pendidikan peserta didik di sekolah lebih
Pandemi Covid-19 menuntut para peserta didik untuk melaksanakan pembelajaran dari rumah atau biasa dikenal dengan istilah BDR (Belajar Dari Rumah). Dalam pelaksanaannya, bagi peserta didik tingkat PAUD dan Sekolah Dasar, kegiatan BDR ini perlu didampingi oleh orang tua.

Pada dasarnya, BDR ini sesuai dengan Trilogi pendidikan-nya Ki Hajar Dewantara, yaitu pendidikan itu bersumber pada tiga tempat, rumah, sekolah, dan lingkungan. Mengacu pada hal tersebut berarti memang sudah seharusnya orang tua ikut andil dalam proses pendidikan anak. Namun, pada kenyataannya, orang tua lebih menyerahkan pendidikan ke sekolah.

Padahal, peran orang tua sangat dibutuhkan dalam pembelajaran. Keikutsertaan orang tua dan masyarakat dalam pendidikan peserta didik di sekolah lebih dibutuhkan secara real dan aplikatif.

teman belajar di rumah

Lalu bagaimanakah peran orang tua di masa pandemi ini? Berikut bebarapa peran yang dapat dilakukan orang tua untuk mendukung pendidikan di masa pandemi ini, yaitu:

Menyiapkan Fasilitas

Orang tua diharapkan mampu menyiapkan fasilitas yang dapat menunjang pembelajaran dengan memadai. Fasilitas tersebut akan mendukung kegiatan BDR secara efektif dan kondusif. Anak akan cenderung merasa lebih percaya diri.

Memastikan Anak Belajar Daring Dengan Aman

Kesehatan anak menjadi salah satu hal paling utama. Orang tua menjadi pengontrol saat anak melakukan BDR, yakni membantu aktivitas anak dalam menyelesaikan tugas-tugas selama kegiatan BDR berlangsung. Hal ini diharapkan anak akan merasa nyaman dan aman.

Harus Proaktif Berkomunikasi Dengan Guru

Guru dan orang tua harus bekerja sama memfasilitasi pembelajaran yang dilakukan. Orang tua harus proaktif untuk mencari informasi atau mencari tambahan informasi terkait pembelajaran. Orang tua harus sesering mungkin berbagi atau bertanya tentang perkembangan anak saat mengikuti BDR.

Salah satunya, orang tua harus membagi waktu antara pekerjaan dan kegiatan belajar anak. Bagaimana jika orang tuanya berkerja semua?

Dalam kasus ini kedua orang tua harus bergotong royong untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif bagi anaknya. Pola komunikasi yang santun harus dijaga agar komunikasi dengan guru tetap terjalin dengan baik.

Tidak Menambah Beban Terkait Hasil Pembelajaran

Orang tua tidak menambah beban dengan menuntut hasil yang maksimal. Target kurikulum di masa pandemi bukan satu-satunya tujuan, melainkan anak diharapkan dapat melakukan pembelajaran yang bermakna berkaitan dengan kecakapan hidup. Anak- anak tetap mampu mengambil makna dari pembelajaran yang bermanfaat di kehidupan sehari- harinya dalam melakukan aktivitas.

Selain hal-hal tersebut di atas, orang tua juga berperan untuk mendampingi anak agar tetap senang dan nyaman mengikuti BDR. Banyak anak yang ingin kembali sekolah dan merasa bosan dengan pelaksanaan BDR.

Hal ini dipengaruhi oleh beberapa orang tua yang merasa kewalahan menemani anak belajar. Orang tua mulai kurang aktif mendampingi anak belajar, dan mudah emosi saat mendampingi anak belajar. Semestinya, orang tua harus menjadi tempat yang nyaman untuk anak.

Keterlibatan orang tua untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bisa dengan membuat jadwal aktivitas anak. Anak-anak terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang sudah disepakati antara orang tua dan anak. Hal ini akan melatih anak untuk bertanggung jawab, dan anak akan merasa BDR yang dilakukan sudah sesuai kesepatakan yang dijadwalkan antara anak dan orang tua.

Anak harus disadarkan bahwa pembelajaran yang ia lakukan harus dilaksanakan secara seimbang di sekolah, di rumah, dan di lingkungan. Orang tua juga harus menyadarkan bahwa dalam masa pandemi ini hal yang bisa dilakukan yaitu BDR. Ketiga ranah pendidikan ini harus terjalin komunikasi dan kerja sama yang efekif sehigga tercipta pembelajaran yang menyenangkan.