Cara Mengajari Anak Hidup Hemat Dengan Cara Menabung

Orang tua pasti menginginkan buah hatinya menjadi anak yang sukses dan berhasil di masa depan. Salah satu caranya adalah menanamkan perilaku baik pada
Banyak keluhan dari orang tua terutama kaum ibu tentang sikap boros anaknya. Sebut saja Ibu Yuni yang setiap hari harus mengeluarkan uang jajan sampai 50 ribu karena anak bungsunya yang gemar jajan. Dan jika ada kerabat yang memberi “sangu” pada anaknya dalam waktu singkat akan segera habis tanpa sisa di warung dekat rumah. Sampai-sampai Bu Yuni mengistilahkan “Anak saya nabung di warung”. Padahal kita tahu bahwa “Hemat Pangkal Kaya” yang mengingatkan bahwa kita bisa “kaya” jika bisa hidup hemat.

Orang tua pasti menginginkan buah hatinya menjadi anak yang sukses dan berhasil di masa depan. Salah satu caranya adalah menanamkan perilaku baik pada anak sejak dini, yakni Hidup Hemat.

Namun mengajari anak usia dini untuk hidup hemat memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hidup hemat dapat diajarkan kepada anak melalui pembiasaan.

Hidup hemat menjauhkan anak dari sikap berlebihan dan boros yang merugikan. Ada beberapa cara yang bisa diikuti untuk melatih anak hidup hemat sejak dini, yaitu:

cara mengajari anak hidup hemat dengan cara menabung

1. Beri Pemahaman Tentang Prinsip Ekonomi

Membicarakan hidup hemat pasti erat kaitannya dengan uang. Sayangnya, anak belum sepenuhnya paham mengenai konsep ekonomi, seperti jual dan beli serta fungsi dan nilai uang.

Itulah sebabnya penting bagi orang tua untuk mengajarkannya mengenai ekonomi dasar. Anda dapat mengajaknya berbelanja di toko atau swalayan.

Melalui kegiatan ini, anak akan tahu soal fungsi dan nilai uang. Ia juga dapat tahu bahwa nilai uang tertentu setara dengan jumlah tertentu dari barang favoritnya.

Jelaskan pula untuk membeli segala sesuatu sesuai dengan kebutuhannya dan secukupnya. Kita perlu menanamkan nilai bahwa tidak semua yang anak lihat harus dibeli, sekalipun mereka memiliki uangnya. Memahami konsep ini dapat membantu anak untuk mengelola uang lebih baik ke depannya.

2. Latih Anak Untuk Menabung

Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan untuk mengajari anak hidup hemat adalah belajar menyisihkan uang saku.

Setiap kali orang tua memberi uang jajan, minta anak untuk menyisakan sedikit uangnya. Kita juga bisa mengarahkan mereka untuk menyimpan uangnya di celengan.

Jika hanya sebatas ucapan saja, tanpa praktik, hasilnya kemungkinan tidak akan maksimal.

Nah, agar anak terbiasa untuk menyisihkan uang saku, orang tua juga perlu memberikan contoh. Ingat, anak-anak cenderung belajar dan mengikuti berbagai hal yang dilakukan orang-orang di sekelilingnya.

Untuk membangkitkan ketertarikan anak, ajak ia untuk memilih bentuk celengan yang ia sukai. Kemudian, perlihatkan bagaimana cara menyimpan uang di dalamnya.

Setiap kali menabung, kita juga dapat sembari mengingatkannya dan terus menyemangatinya melakukan hal tersebut. Misalnya, Anda bisa berkata, “Kalau kamu sedikit demi sedikit menyimpan uang di celengan, lama-lama uangnya akan semakin banyak, dan bisa untuk membeli apa yang kamu mau.”

3. Mengajari Anak Untuk Bersyukur

Mengajari anak untuk hidup hemat ternyata juga harus melibatkan perilaku baik lainnya, yakni bersyukur. Bersyukur dapat melatih anak untuk menghargai apa yang ia miliki. Dengan begitu, si kecil tidak akan berlebihan dalam meminta, membeli, atau menggunakan sesuatu.

Rasa syukur bisa kita latih dengan perbuatan kecil dalam kehidupan sehari-hari, seperti berdoa, menjaga benda yang dimiliki agar tidak rusak, dan bersedekah.

4. Menjauhkan Anak Dari Sikap Manja

Selain bersyukur, melatih anak untuk berusaha keras mendapatkan sesuatu juga bisa membiasakan anak untuk hidup hemat. Bagaimana bisa?

Anak-anak biasanya menginginkan sesuatu untuk dimiliki, contohnya adalah mainan. Jika ia menginginkan mainan baru, orang tua mungkin saja menurutinya dengan mudah. Namun, terus menurutinya akan membuat ia menjadi anak manja. Begitu juga dengan memberikan hadiah kepada anak secara berlebihan.

Sikap manja dan berlebihan ini bisa mengantarkan anak pada sikap boros. Sebaliknya, orang tua perlu membiarkan anak untuk berusaha lebih dahulu dengan menyisihkan uang jajannya.

Sementara dalam memberikan hadiah, pastikan bahwa ini dilakukan untuk memotivasi anak pada hal yang lebih baik.

5. Jelaskan Bahwa Hidup Hemat Itu Cakup Banyak Hal

Hidup hemat tidak hanya soal uang. Hidup hemat dapat meliputi banyak hal dan orang tua perlu memberitahukan hal ini pada anak.

Contohnya, tidak berlebihan dalam menggunakan air atau listrik. Mengajari anak untuk hidup hemat tentu membuatnya tidak lagi bermain-main air keran atau membiarkan lampu kamarnya menyala sepanjang hari.

Dengan mempelajari semua itu, anak tentu akan lebih mahir untuk mengatur uang yang dimilikinya. Selain itu, anak juga tidak akan bersikap boros dalam menggunakan sesuatu.