11 Cara Agar Selalu Bersikap Husnudhon

Salah satu potensi yang diberikan Allah Ta'ala kepada manusia adalah akal sebagai kunci utama untuk memperoleh petunjuk Allah dan menggapai keridloan-
"Aku sesuai persangkaan hamba-Ku". Bagian hadits tersebut mengajarkan kepada kita semua agar senantiasa selalu berpikiran positif (husnudhon). Berikut adalah bacaan hadits lengkapnya yang bersumber dari Kitab Riyadhus Sholihin.

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي ، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي ، وَإِنْ ذَكَرنِي فِي مَلَأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Allah Ta'aalaa berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat)." (Muttafaqun 'alaih) [HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675]

Berpikir positif dalam Islam dapat dilakukan dengan cara mengenal Allah terlebih dahulu dengan menyingkirkan pikiran-pikiran negatif. Hal yang paling mendasar adalah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Allah mengasihi seluruh makhluk ciptaa-Nya. Dia menganugerahkan rejeki kepada tumbuhan, hewan, manusia, bahkan jin.

11 Cara Agar Selalu Bersikap Husnudhon

Salah satu potensi yang diberikan Allah Ta'ala kepada manusia adalah akal sebagai kunci utama untuk memperoleh petunjuk Allah dan menggapai keridloan-Nya.

cara berpikir positif menurut islam

Syari'at Islam menganjurkan agar kaum muslimin selalu berpikir positif kepada Allah Ta'ala karena akan berdampak besar dalam kehidupan. Kekuatan besar akan muncul untuk mengimbangi dan mendorong agar tetap melakukan berbagai hal yang terpuji dengan cara yang baik juga.

Hal tersebut bermanfaat dalam menghadapi segala permasalahan yang ada sebagimana cara memilih seorang pemimpin dalam Islam.

Tapi tidak semua manusia dapat melakukannya sendiri, terkadang mereka membutuhkan kata motivasi atau pun dorongan dari orang lain. Karena dalam perjalanan hidup manusia, kebahagiaan merupakan suatu hal sangat yang dicari dan sangat diharapkan.

Berpikir positif dalam Islam ditegaskan oleh Allah dalam Al Quran dan beberapa hadits berikut.

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ

"Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu." (Surah Adl Dluha ayat 3)

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (Surah Al Baqarah ayat 216)

Ayat di atas menjelaskan tentang bagaimana urgensi dan pentingnya berpikir positif dalam syariat Islam. Oleh karena itu, dalam postingan ini akan kami bagikan 11 cara berpikir positif menurut Islam untuk mencapai keberhasilan hidup di dunia dan akhirat.

1. Selalu Memandang Sisi Baiknya

Lihatlah sisi baiknya dalam setiap situasi, sebab biasanya ada manfaat yang tidak terduga dalam kondisi tersebut. Jika Anda sering melakukannya, maka sikap tersebut akan bisa menjadi suatu kebiasaan dan memberikan perubahan yang besar dalam meningkatkan kemampuan berbaik sangka.

Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik dan tidak sesuai dengan keinginan, maka carilah cara untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang yang menguntungkan. Dalam setiap tantangan yang Anda peroleh, pasti akan terdapat keuntungan juga yang bisa diperoleh. Untuk itu, cobalah cari sisi positif dalam Islam untuk setiap situasi yang dihadapi.

2. Buang Jauh Pengaruh Negatif

Menjauhi segala hal yang dapat berpengaruh negatif dan mengganggu pikiran positif Anda. Jika Anda terlalu memikirkan sesuatu yang sudah terjadi, maka bisa membuat pikiran Anda menjadi negatif.

Saat pikiran negatif merasuki pikiran Anda, maka waspada dan berusahalah untuk mengubah pikiran tersebut dengan pikiran yang lebih positif. Jika tiba-tiba merasakan perlawanan dari dalam diri Anda ketika berusaha mengganti pikiran-pikiran itu, maka janganlah berputus asa. Tetap fokuskan pada niat dan ingat kepada Allah Ta'ala.

3. Perbanyak Sugesti Positif

Melakukan sugesti biasanya lebih mudah dilakukan untuk mengubah pikiran negatif menjadi positif. Sebagian besar orang yang melakukannya untuk mencapai tujuan atau hanya sekedar sebagai pendukung dan motivasi yang positif.

Pemikiran dan sugesti positif akan memotivasi diri untuk bisa berpikir secara positif juga. Sehingga tentunya hal tersebut akan sangat baik bagi perkembangan pikiran dan nalar pada diri Anda.

4. Memvisualisasi Diri

Visualisasikan dengan menjadi orang yang beriman dan bertakwa. Salah satu hal yang ada di antara kita dan keinginan untuk bahagia adalah kenyataan tidak bahagia karena apa yang dipikirkan.

Fakta ini dapat menghambat kehidupan untuk mencapai tujuan kebahagiaan. Jika Anda terus berpikir tentang hal-hal negatif seperti "GAGAL", maka kehidupan Anda pun akan tampak benar-benar terpuruk. Sebaliknya jika terus berpikir tentang hal-hal yang positif seperti "SUKSES", maka kehidupan yang dijalani akan tampak lebih cerah.

5. Pandai Memilih Teman

Rekan-rekan di lingkungan sekitar memiliki pengaruh yang besar terhadap pola pikir seseorang, baik yang positif maupun negatif. Dengan berada bersama teman yang sering mengeluh maka akan membuat pikiran negatif menempel terus-menerus.

Hindari teman yang harus dijauhi menurut Islam. Cobalah jangan tempatkan diri Anda di tengah-tengah para pengeluh dan mereka yang bersifat munafik. Lebih baik, pilih teman-teman yang memiliki pribadi kuat, berahklak, selalu memberikan motivasi dan dukungan serta berpikiran positif setiap saat.

Kenyataan ini telah dijelaskan oleh Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam: "Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin yang lain."

6. Dominasi Diri Dengan Pikiran Positif

Aktivitas dan pikiran positif atau negatif layaknya seperti magnet. Ketika menghindar untuk menyelesaikan masalah, maka masalah tersebut akan berlanjut seperti itu atau justru akan bertambah buruk.

Dengan sering membiasakan diri berupaya untuk berpikiran positif, maka semakin mendominasi pikiran mencapai tujuan dengan cara-cara tersebut untuk menangani dan menerima pilihan-pilihan yang ada.

Otak harus didominasi oleh pikiran positif sesuai dengan tuntunan Islam dan Al Quran. Karena saat merespon, otak akan mencari informasi dalam pikiran bawah sadar, kemudian digunakan untuk melakukan tindakan.

7. Menjadi Pribadi Yang Optimis

Berpikir positif bisa juga berarti optimis. Ini kaitannya dengan masa depan termasuk dari yang sedang kita kerjakan saat ini akan memberikan hasil kepada kita. Kebalikannya orang yang pesimis tidak yakin apa yang dia lakukan akan bisa memberikan hasil.

8. Berbaik Sangka

Berpikir positif bukan berarti menganggap semua manusia atau makhluk akan selalu berbuat baik kepada kita. Namun yang selalu baik itu datang dari Allah, bahkan melalui kejadian buruk sekali pun. Kita harus berbaik sangka kepada manusia sambil tetap waspada.

9. Selalu Ada Nilai Kebaikan

Berpikir positif juga bukan berarti semua hal yang salah akan menjadi baik. Namun kita bisa menemukan kebaikan di balik kesalahan yang telah terjadi. Sesuatu yang salah tetaplah salah, namun di balik kesalahan tersebut pasti ada hikmah.

10. Ubah Mindset

Pola pikir tersebut sering kita kenal dengan mindset atau paradigma berpikir. Yaitu sesuatu yang akan menjadi landasan atau cetakan kita dalam berpikir. Jika pikiran bawah sadar kita sudah memiliki pola pikir yang positif, maka semua pikiran kita akan cenderung mennghasilkan yang positif.

11. Jangan Terbawa Emosi

Banyak orang yang terbawa emosi dengan langsung menganggap dirinya "tidak mampu" menghadapi permasalahan. Padahal ini hanyalah anggapan atau opini semata.

Faktanya Anda memang melakukan kesalahan. Namun demikian, tidak ada satu pun kaidah yang mengatakan bahwa Anda "tidak mampu" atau "tidak akan pernah bisa" mengatasi permasalahan tersebut. Ini hanyalah sebatas opini.