Mimpi Nabi Muhammad Yang Disambut Sukacita Oleh Warga Makkah

Sahabat Guru Abata, sebagaimana kita ketahui bahwa kaum...Dalam buku "Sejarah Hidup Muhammad" karya Ali Audah dipaparkan, bahwa...
Sahabat Guru Abata, sebagaimana kita ketahui bahwa kaum muslimin hijrah ke Madinah (dulu bernama Yatsrib) adalah merupakan perintah di kala itu karena kaum muslim Mekah banyak yang ditindas dan dianiaya oleh kafir Quraisy. Sehingga karena itu perintah, maka mereka rela meninggalkan tanah kelahiran dan harta benda yang dimiliki untuk pergi menuju Madinah.

Mimpi Nabi Muhammad Yang Disambut Sukacita Oleh Warga Makkah

Setelah menetap di Madinah, kaum muslimin hidup tenteram dan aman serta jauh dari perilaku penindasan atau lainnya. Namun meskipun demikian, salah satu yang menjadi kerinduan kaum muslimin begitu pun dengan Nabi Muhammad usai hijrah adalah bisa memasuki kota Makkah kembali.

Kemudian, suatu waktu Rasulullah pun bermimpi yang menandakan kamu muslimin memasuki kota Mekah dengan damai. Lalu setelahnya beliau pun ingin segera mengabarkannya kepada kaum Muslimin yang berada Madinah.

Dalam buku "Sejarah Hidup Muhammad" karya Ali Audah dipaparkan, bahwa setelah enam tahun sejak peristiwa hijrah kaum Muslimin sudah sangat gelisah akibat rindu pada kampung halaman di Mekah. Kerinduan ini tidak lain karena keinginan mereka untuk berziarah dan beribadah ke Ka’bah untuk bisa menunaikan ibadah haji dan umroh.

Maka pada suatu pagi ketika kaum muslimin berkumpul di masjid Madinah, Rasulullah mengabarkan kepada bahwa beliau telah mendapatkan ilham dari mimpi yang hakiki. Mimpi tersebut berisi bahwa Rasulullah bersama kaum Muslimin akan dapat memasuki Masjidil Haram dengan aman, damai dan tenteram.

Tidak hanya itu saja, dalam mimpi Rasulullah, kaum Muslimin selain bisa memasuki Masjidil Haram juga dapat mencukur rambut (tahallul) dalam melaksanakan ibadah haji tanpa rasa takut sama sekali. Begitu mereka mendengar kabar tersebut dari Rasulullah, maka mereka pun langsung gegap gempita bergembira.

Mereka berkata: “Alhamdulillaah”. Setelah itu, tanpa perlu menunggu waktu lama lagi, kabar itu pun terus menyebar ke seluruh penjuru Madinah. Meskipun saat itu mereka masih ada keraguan dan bertanya-tanya tentang bagaimana caranya kaum Muslimin yang hijrah bisa memasuki kota Mekah sementara Islam masih belum banyak diikuti oleh masyarakat kota suci itu?

Namun demikian, tidak lama dari itu Allah benar-benar membuktikan kepada kaum Muslimin bahwa mimpi Nabi Muhammad yang telah menyebar itu adalah benar sebagaimana yang dituliskan dalam sejarah.