Mengapa Makan Harus Duduk Dan Minum Dalam Tiga Tegukan?

Setiap tindakan yang dilakukan oleh seorang Muslim, selalu ada kesempatan baginya untuk memperoleh pahala dari Allah. Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, Allah selalu menempatkan rahmat-Nya dalam segala hal. Pahala dan berkah ini hanya dapat dicapai oleh mereka yang ingin mengikuti bimbingan dan sunnah Nabi Muhammad Shallallaahu `Alaihi wa Sallam ke dalam setiap aspek kehidupan mereka. Dengan demikian tidak mencari apapun selain rahmat Pencipta mereka.

Setiap kehidupan orang-orang seperti itu menjadi amalan ibadah. Bahkan makan dan minum, yang telah menjadi kebutuhan semua makhluk hidup, dapat menjadi amalan ibadah juga. Jadi, dengan mengenal sunnah (tindakan Nabi Shallallaahu `Alaihi wa Sallam) tentang makan dan minum, kita tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan hidup, tapi juga menjadi sebuah amalan ibadah dan sumber berkah.

Mengapa Makan Harus Sambil Duduk Dan Minum Dalam Tiga Tegukan?

ADAB MAKAN


1- Bagaimana Memulainya


Ketika seorang Muslim hendak makan, ia harus mulai dengan nama Allah. Seperti yang dikatakan Nabi Muhammad Shallallaahu `Alaihi wa Sallam: "Ketika salah satu dari kalian makan, dia harus menyebutkan nama Allah [Bismillaah]. Jika dia lupa menyebutkan nama Allah di awal, dia harus mengatakan (ketika dia ingat): [Bismillaahi fii awwalihi wa akhirihi]."

Nabi Shallallaahu `Alaihi wa Sallam menjelaskan bahwa Setan mengambil bagian dalam makanan jika nama Allah tidak disebutkan pada awal makan. Namun, jika seseorang lupa pada awalnya dan kemudian mengingat dan membaca doa yang disebutkan di atas, maka Setan akan memuntahkan apa yang telah dimakannya.

2- Cara Makan


Cara terbaik makan adalah dengan menggunakan jari-jari tangan kanan. Sahabat, Ka'ab bin Malik ra. mengatkan bahwa dia melihat Rasulullah Shallallaahu `Alaihi wa Sallam makan dengan tiga jari dan ketika beliau selesai, maka menjilati jari-jari tersebut. Cara makan lain yang diajarkan oleh Nabi Shallallaahu `Alaihi wa Sallam adalah bahwa kita harus selalu makan dari yang terdekat dengan kita dan bukan dari tengah piring. Alasan ini adalah bahwa berkah turun pada makanan di tengahnya, oleh karena itu harus membiarkannya dan memakannya nanti pada saat-saat terakhir makan. [HR. Abu Dawud]

3- Sikap Duduk


Nabi Shallallaahu `Alaihi wa Sallam tidak akan pernah makan ketika dalam posisi berbaring. Makan sambil berbaring adalah cara yang digunakan untuk menunjukkan kesombongan, seperti yang secara tradisional dikaitkan dengan orang Yunani dan Romawi.

Seluruh kehidupan Nabi Shallallaahu `Alaihi wa Sallam adalah model kesederhanaan dan kerendahan hati dan ini terbukti dari cara makannya. Sahabat Anas ra. melaporkan bahwa dia melihat Rasulullah Shallallaahu `Alaihi wa Sallam berjongkok dan makan kurma [Muslim]. Di lain waktu, Nabi Shallallaahu `Alaihi wa Sallam berlutut seperti yang dijelaskan oleh 'Abdullah bin Busr ra. yang mengatakan bahwa: "Nabi Shallallaahu `Alaihi wa Sallam duduk berlutut dengan menduduki punggung telapak kakinya. Seorang lelaki Badui bertanya, "Duduk macam apakah ini?" Rasulullah menjawab, ”Sesungguhnya Allah telah menjadikanku sebagai hamba yang mulia dan tidaklah Dia menjadikanku seorang yang sombong lagi durhaka.

4- Jangan Mencela Makanan


Abu Hurairah ra. mengatakan bahwa Nabi Shallallaahu `Alaihi wa Sallam tidak pernah menjelek-jelekkan makanan. Jika beliau menyukainya, akan memakannya, tetapi jika tidak menyukainya, maka beliau hanya meninggalkannya tanpa mencela.

Ini adalah sopan santun Nabi kita Shallallaahu `Alaihi wa Sallam yang kita diperintahkan untuk meniru, yang merupakan teladan terbaik bagi umat manusia.

Jika kita melihat perilaku orang saat ini, kita akan banyak melihat orang begitu mudah mencela makanan. Ini adalah bentuk syukur yang buruk kepada Allah. Sebaliknya, seseorang harus berterimakasih kepada Allah untuk apapun yang telah Dia berikan kepada kita dan tidak mengeluh tentang rasanya.

Seseorang juga harus mengingatkan diri sendiri bahwa ada banyak orang yang tidak tahu dari mana makanan mereka selanjutnya berasal. Jadi kita seharusnya bersyukur seperti yang diperintahkan oleh Allah (yang artinya): "Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya." [QS. Al Baqarah 2: 172]

5- Jangan Makan Terlalu Banyak


Di zaman sekarang ini, banyak orang mengikuti gaya hidup dimana mereka terlalu berlebihan dalam menikmati makanan. Mereka makan dalam jumlah besar sampai sulit bagi mereka untuk bernapas dan hampir dapat merasakan makanan naik ke tenggorokan mereka.

Kita telah diajarkan oleh Nabi Shallallaahu `Alaihi wa Sallam bahwa kita harus melakukan semua hal dalam jumlah sedang [secukupnya], termasuk makan. Nabi Shallallaahu `Alaihi wa Sallam bersabda: "Seorang mukmin makan memenuhi satu usus, sedangkan orang kafir makan memenuhi tujuh usus.” (HR. Bukhari, No. 5391)

Karena itu, kita tidak boleh makan sampai kita kenyang sepenuhnya; melainkan kita harus makan secukupnya makanan yang dapat menghilangkan rasa lapar dan tidak terlalu memuaskan perut kita sepenuhnya.

6- Setelah Makan


Ketika kita selesai makan, kita harus selalu mengingat Allah dan bersyukur kepada-Nya, karena Dia adalah Maha Pemberi dan Maha Pemelihara kita. Kita harus mengucapkan terimakasih [Alhamdulillaah] dengan cara yang diajarkan oleh Nabi Shallallaahu `Alaihi wa Sallam mengajar kita. Dia Sallallaahu `Alaihi wa Sallam bersabda: "Seseorang yang telah makan beberapa makanan dan kemudian berkata: "Segala puji bagi Allah, yang telah memberi saya ini (makanan untuk dimakan) dan menyediakan bagi saya tanpa usaha apapun atau kuasa di pihak saya", ia akan diampuni dosanya." [At-Tirmidhi]

Kita dapat mengekstraksi sebagian besar adab makan dari Hadits berikut: Diceritakan 'Umar bin Abi Salamah ra dengan dia: “Saya adalah seorang anak laki-laki di bawah asuhan Rasulullah Sallallaahu` Alaihi wa Sallam dan tanganku biasa mengelilingi piring saat aku sedang makan. Jadi Rasulullah Shallallaahu `Alaihi wa Sallam berkata kepada saya: "Wahai anak muda! Sebutkan nama Allah, makan dengan tangan kananmu dan makanlah hidangan yang lebih dekat denganmu." [Al-Bukhari]

ADAB MINUM


Air harus diminum dalam tiga tarikan napas, yaitu orang harus bernafas tiga kali di luar wadah minum yang diminumnya. Kebiasaan ini memiliki dampak yang bermanfaat pada karakter seseorang dan membantu seseorang menghindari melakukan sesuatu dengan tergesa-gesa.

Anas ra. mengatakan: Rasulullah Shallallaahu `Alaihi wa Sallam bernapas tiga kali ketika minum (beliau biasa minum dalam tiga tegukan).

Rasulullah Shallallaahu `Alaihi wa Sallam juga melarang kita bernapas di wadah minum karena bau busuk atau air liur dapat mengalir ke dalam minuman. Ini hal yang buruk sekaligus merugikan kesehatan seseorang. Abu Qatadah ra. mengatakan: "Nabi Shallallaahu `Alaihi wa Sallam melarang bernapas ke dalam wadah sambil minum. "

Rangkuman Adab Minum:

1. Jangan pernah minum langsung dari botol (karbondioksida dilepaskan dalam botol).

2. Jangan minum dari cangkir retak dan jangan menghirup minuman.

3. Minumlah dalam tiga tegukan.

4. Memohon kepada Allah ketika minum dan memuji Dia ketika selesai minum.

Disebutkan bahwa Nabi Shallallaahu `Alaihi wa Sallam bersabda: "Jangan minum air dalam satu tegukan seperti Unta, tetapi minumlah dalam satu atau tiga tegukan, dan memohon kepada Allah ketika Anda minum dan memuji Dia saat kamu selesai."

Kirim Komentar

Komentar dimoderasi. Jika sesuai dengan ketentuan, maka akan segera muncul.
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang baik dan santun serta tidak spamming.

Lebih baru Lebih lama