Social Items

Penyebab Anak Suka Melawan Kepada Orang Tua Dan Solusi Untuk Mengatasinya

Penyebab dan solusi untuk mengatasi anak yang suka melawan harus diketahui oleh setiap orang tua, agar dapat mengevaluasi diri dan memperbaiki tentang bagaimana cara mendidik anak-anaknya.

Anak merupakan cerminan bagi orang tuanya, sehingga bagaimana karakter seorang anak tergantung dari bagaimana cara orang tua dalam mendidiknya.

Kebiasaan orang tua yang terlalu sering melarang anak dalam melakukan suatu hal yang disukai anak bisa jadi itu adalah salah satu penyebab mengapa anak suka melakukan perlawanan terhadap orang tuanya.

Penyebab Anak Suka Melawan Orang Tua Dan Solusi Untuk Mengatasinya


Berikut ini adalah beberapa penyebab anak suka melawan orang tua dan cara untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam pembahasan ini, Guru Abata langsung membeberkan penjelasan mengenai solusinya setelah pemaparan penyebabnya.

1- Sikap Orang Tua Kurang Terbuka


Sebagai orang tua, bersikaplah terbuka kepada anak dan jangan bersikap otoriter. Sebab, otoriter adalah sikap yang menuntut, dimana orang tua terlalu banyak memaksa anaknya untuk melakukan sesuatu sesuai dengan yang dikehendakinya tanpa mempertimbangkan batas kemampuan anak.

Solusi dalam mengatasi masalah ini adalah belajar untuk memahami keinginan anak, namun tidak selalu menuruti kemauan mereka. Serta berilah arahan kepada sang anak agar menjadi pribadi yang lebih baik, bukan sekedar menuntutnya saja tanpa memberi solusi kepada anak.

2- Orang Tua Tidak Memenuhi Keinginan Anak


Seorang anak yang merasa kecewa terhadap orang tua, biasanya dapat terlihat dari sikapnya yang membangkang pada perintah atau nasehat yang diberikan oleh orang tuanya.

Solusi untuk mencegahnya adalah jangan pernah mejanjikan hal-hal yang berlebihan kepada anak, apalagi di luar batas kemampuan orang tua.

Jika kondisinya berbeda dari sebelum Anda memberinya janji hingga pada saatnya sang anak menagih suatu hal yang Anda janjikan, berilah ia pengertian agar tetap bersabar.

3- Mengikuti Perilaku Orang Tua


Perilaku seorang anak yang suka melawan dan membangkang dapat juga disebabkan oleh perilaku orang tuanya sendiri. Sebagaimana pribahasa mengatakan, bahwa buah kelapa tidak jatuh jauh dari pohonnya.

Oleh sebab itu, setiap orang tua harus memberikan teladan yang baik kepada anak-anaknya, karena orang tua adalah panutan bagi mereka.

Gunakanlah kata-kata yang baik dan positif saat menasehati anak, jangan gunakan kata-kata yang kasar apalagi kotor sebesar apapun kesalahan yang anak Anda lakukan. Hindari pertikaian orang tua di hadapan anak, sebesar apapun masalah rumah tangga yang sedang Anda hadapi.

4- Menyuruh Anak Pada Waktu Yang Tidak Tepat


Seorang anak bisa saja membangkang atau melawan perintah orang tuanya jika sedang banyak tugas atau kegiatan. Selagi apa yang dilakukannya positif dan tidak berbahaya, berilah mereka kelonggaran untuk menyelesaikannya.

Setelah tugas atau kegiatan yang dilakukannya selesai, barulah Anda dapat menyuruh si anak di waktu yang tepat dan tidak sedang melakukan kegiatan lainnya. Demikianlah solusi yang dapat Anda lakukan, tunggulah sampai menyelesaikan tugasnya, baru Anda dapat memberinya perintah.

5- Orang Tua Terlalu Banyak Mengancam


Jika Anda terlalu sering memberikan ancaman terhadap anak, maka hal tersebut akan membuatnya merasa tertekan dan takut. Alih-alih patuh terhadap orang tua, tapi yang terjadi malah si anak menjadi berontak.

Oleh sebab itu, jadilah orang tua yang tidak terlalu banyak mengancam. Ketika melarang suatu hal yang dilakukan anak, alihkan perhatiannya pada suatu hal yang lebih positif, bukannya dengan mengancam atau menakut-nakutinya.

6- Orang Tua Terlalu Memanjakan Anak


Berikan anak pemahaman tentang kemandirian, dan ajarilah anak-anak untuk berlaku hemat dengan membiasakan diri untuk menabung. Hal tersebut dapat memberi pemahan kepada anak bahwa ketika ia menginginkan sesuatu, maka ia harus berusaha terlebih dahulu.

Misalnya jika anak meminta dibelikan tas atau sepatu baru, orang tua dapat mengajarinya dengan membiasakan diri untuk tidak boros dan menabung.

7- Orang Tua Tidak Tegas Dalam Bertindak


Sebagai orang tua, merupakan hal yang wajar jika Anda bersikap tegas kepada anak dalam hal apapun. Bersikap tegas bukan berarti dengan cara meluapkan amarah atau pun dengan membentak.

Akan tetapi bersikaplah ketika misal tidak membolehkan anak Anda untuk melakukan suatu hal, pastikan ia untuk menjauhinya dengan konsekuensi yang akan diterima oleh anak dari orang tuanya.

8- Orang Tua Kurang Memberi Fasilitas Kepada Anak


Berilah anak-anak pemahaman tentang kondisi dan keadaan Anda disaat benar-benar tidak dapat memfasilitasi mereka. Jika tiba saatnya Anda mampu untuk melakukannya, maka segeralah fasilitasi anak-anak dan jangan membatasinya. Biarkan mereka bereksplorasi selama masih dalam perilaku yang positif.

Demikianlah beberapa penyebab anak yang suka melawan orang tua dan solusi untuk mengatasinya yang dapat Anda terapkan sebagai orang tua agar lebih baik dalam memahami tata cara mendidik anak dengan baik dan benar.

Penyebab Anak Suka Melawan Kepada Orang Tua Dan Solusi Untuk Mengatasinya

Penyebab Anak Suka Melawan Kepada Orang Tua Dan Solusi Untuk Mengatasinya

Penyebab dan solusi untuk mengatasi anak yang suka melawan harus diketahui oleh setiap orang tua, agar dapat mengevaluasi diri dan memperbaiki tentang bagaimana cara mendidik anak-anaknya.

Anak merupakan cerminan bagi orang tuanya, sehingga bagaimana karakter seorang anak tergantung dari bagaimana cara orang tua dalam mendidiknya.

Kebiasaan orang tua yang terlalu sering melarang anak dalam melakukan suatu hal yang disukai anak bisa jadi itu adalah salah satu penyebab mengapa anak suka melakukan perlawanan terhadap orang tuanya.

Penyebab Anak Suka Melawan Orang Tua Dan Solusi Untuk Mengatasinya


Berikut ini adalah beberapa penyebab anak suka melawan orang tua dan cara untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam pembahasan ini, Guru Abata langsung membeberkan penjelasan mengenai solusinya setelah pemaparan penyebabnya.

1- Sikap Orang Tua Kurang Terbuka


Sebagai orang tua, bersikaplah terbuka kepada anak dan jangan bersikap otoriter. Sebab, otoriter adalah sikap yang menuntut, dimana orang tua terlalu banyak memaksa anaknya untuk melakukan sesuatu sesuai dengan yang dikehendakinya tanpa mempertimbangkan batas kemampuan anak.

Solusi dalam mengatasi masalah ini adalah belajar untuk memahami keinginan anak, namun tidak selalu menuruti kemauan mereka. Serta berilah arahan kepada sang anak agar menjadi pribadi yang lebih baik, bukan sekedar menuntutnya saja tanpa memberi solusi kepada anak.

2- Orang Tua Tidak Memenuhi Keinginan Anak


Seorang anak yang merasa kecewa terhadap orang tua, biasanya dapat terlihat dari sikapnya yang membangkang pada perintah atau nasehat yang diberikan oleh orang tuanya.

Solusi untuk mencegahnya adalah jangan pernah mejanjikan hal-hal yang berlebihan kepada anak, apalagi di luar batas kemampuan orang tua.

Jika kondisinya berbeda dari sebelum Anda memberinya janji hingga pada saatnya sang anak menagih suatu hal yang Anda janjikan, berilah ia pengertian agar tetap bersabar.

3- Mengikuti Perilaku Orang Tua


Perilaku seorang anak yang suka melawan dan membangkang dapat juga disebabkan oleh perilaku orang tuanya sendiri. Sebagaimana pribahasa mengatakan, bahwa buah kelapa tidak jatuh jauh dari pohonnya.

Oleh sebab itu, setiap orang tua harus memberikan teladan yang baik kepada anak-anaknya, karena orang tua adalah panutan bagi mereka.

Gunakanlah kata-kata yang baik dan positif saat menasehati anak, jangan gunakan kata-kata yang kasar apalagi kotor sebesar apapun kesalahan yang anak Anda lakukan. Hindari pertikaian orang tua di hadapan anak, sebesar apapun masalah rumah tangga yang sedang Anda hadapi.

4- Menyuruh Anak Pada Waktu Yang Tidak Tepat


Seorang anak bisa saja membangkang atau melawan perintah orang tuanya jika sedang banyak tugas atau kegiatan. Selagi apa yang dilakukannya positif dan tidak berbahaya, berilah mereka kelonggaran untuk menyelesaikannya.

Setelah tugas atau kegiatan yang dilakukannya selesai, barulah Anda dapat menyuruh si anak di waktu yang tepat dan tidak sedang melakukan kegiatan lainnya. Demikianlah solusi yang dapat Anda lakukan, tunggulah sampai menyelesaikan tugasnya, baru Anda dapat memberinya perintah.

5- Orang Tua Terlalu Banyak Mengancam


Jika Anda terlalu sering memberikan ancaman terhadap anak, maka hal tersebut akan membuatnya merasa tertekan dan takut. Alih-alih patuh terhadap orang tua, tapi yang terjadi malah si anak menjadi berontak.

Oleh sebab itu, jadilah orang tua yang tidak terlalu banyak mengancam. Ketika melarang suatu hal yang dilakukan anak, alihkan perhatiannya pada suatu hal yang lebih positif, bukannya dengan mengancam atau menakut-nakutinya.

6- Orang Tua Terlalu Memanjakan Anak


Berikan anak pemahaman tentang kemandirian, dan ajarilah anak-anak untuk berlaku hemat dengan membiasakan diri untuk menabung. Hal tersebut dapat memberi pemahan kepada anak bahwa ketika ia menginginkan sesuatu, maka ia harus berusaha terlebih dahulu.

Misalnya jika anak meminta dibelikan tas atau sepatu baru, orang tua dapat mengajarinya dengan membiasakan diri untuk tidak boros dan menabung.

7- Orang Tua Tidak Tegas Dalam Bertindak


Sebagai orang tua, merupakan hal yang wajar jika Anda bersikap tegas kepada anak dalam hal apapun. Bersikap tegas bukan berarti dengan cara meluapkan amarah atau pun dengan membentak.

Akan tetapi bersikaplah ketika misal tidak membolehkan anak Anda untuk melakukan suatu hal, pastikan ia untuk menjauhinya dengan konsekuensi yang akan diterima oleh anak dari orang tuanya.

8- Orang Tua Kurang Memberi Fasilitas Kepada Anak


Berilah anak-anak pemahaman tentang kondisi dan keadaan Anda disaat benar-benar tidak dapat memfasilitasi mereka. Jika tiba saatnya Anda mampu untuk melakukannya, maka segeralah fasilitasi anak-anak dan jangan membatasinya. Biarkan mereka bereksplorasi selama masih dalam perilaku yang positif.

Demikianlah beberapa penyebab anak yang suka melawan orang tua dan solusi untuk mengatasinya yang dapat Anda terapkan sebagai orang tua agar lebih baik dalam memahami tata cara mendidik anak dengan baik dan benar.

Tidak ada komentar

Komentar dimoderasi. Jika sesuai dengan ketentuan, maka akan segera muncul.
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang baik dan santun serta tidak spamming.