10 Manfaat Menahan Pandangan Mata Ini Harus Kita Pahami

Pada kesempatan ini Guru Abata akan membahas kajian dan hikmah mengenai 10 manfaat menahan pandangan mata. Mari kita simak dan pahami dengan baik.

Anugerah dan karunia Allah yang diberikan pada mata benar-benar tidak ternilai karena besarnya. Dengan mata, kita dapat melakukan aktifitas sehari-hari dengan baik karena mata adalah salah satu panca indera utama pada manusia.

Maka dari itu, merupakan sebuah kewajiban bagi kita untuk selalu menjaganya dari pandangan yang tidak dikehendaki oleh Allah dengan menjauhi segala bentuk kemaksiatan yang dilakukan oleh pandangan.

Ketahuilah 10 Manfaat Menahan Pandangan Mata!

Ibnul Qayyim Al Jauziyah, menyatakan terdapat sedikitnya 10 manfaat yang bisa diperoleh seseorang apabila ia pandai menjaga pandangan mata, yaitu:

1. Membersihkan hati dari derita penyesalan


Siapa yang suka mengumbar pandangan matanya, maka penyesalan yang akan dia rasakan tidak akan ada hentinya. Sesuatu yang paling berbahaya bagi hati adalah diperturutkan pandangan mata, karena dia akan melihat apapun yang dicarinya, dan bisa jadi ia akan merasakan kenikmatan.

Buah pandangan manusia akan ditransfer sehingga dapat menyusup ke dalam hati. Seperti anak panah yang dibidikkan. Jika tidak membunuh, tentu anak panah akan membuat luka.

2. Mendatangkan cahaya dan keceriaan di hati


Cahaya dan keceriaan yang datang karena menahan pandangan mata ini bisa terlihat di mata, wajah dan seluruh anggota tubuh sebagaimana juga orang yang mengumbar pandangan yang mendatangkan kepekatan yang terlihat di seluruh anggota tubuh.

3. Mendatangkan kekuatan firasat yang benar


Allah memberi balasan kepada hamba atas amalnya dengan balasan yang sejenis. Barangsiapa menahan pandangan matanya dari hal-hal yang diharamkan, maka Allah akan menggantinya dengan pancaran cahaya matanya.

Selagi dia menahan pandangannya karena Allah, maka Dia akan memancarkan cahaya pandangannya. Siapa yang mengumbar pandangannya terhadap hal-hal yang diharamkan, maka Allah akan meredupkan pandangan matanya.

4. Membuka pintu dan jalan ilmu serta memudahkan untuk mendapatkan sebab-sebab ilmu


Hal ini terjadi karena adanya hati. Jika hati bersinar terang, maka akan muncul hakikat-hakikat pengetahuan di dalamnya dan mudah dikuak, sehingga sebagian demi sebagian ilmu itu bisa diserap. Namun, siapa yang mengumbar pandangan matanya, maka hatinya menjadi kelam dan gelap. Jalan dan pintu ilmu menjadi tertutup.

5. Mendatangkan kekuatan hati, keteguhan dan keberanian


Di dalam atsar (perkataan sahabat Rasulullah SAW) disebutkan, “Siapa yang menentang hawa nafsunya, maka setan merasa takut kepadanya.” Oleh karena itu, diantara orang yang mengikuti hawa nafsunya ada yang hatinya menjadi hina dan lemah, jiwanya kerdil dan tidak ada harganya, karena Allah juga menjadikannya orang yang lebih mementingkan hawa nafsunya dari pada keridloan Allah SWT.

6. Mendatangkan kegembiraan, kesenangan dan kenikmatan


Kegembiraan dan kesenangan ini jauh lebih melegakan dari kesenangan yang diperoleh dengan mengumbar pandangan. Sebab, dia mampu menahan musuhnya dengan cara menentangnya dan menentang hawa nafsunya.

7. Membebaskan hati dari tawanan syahwat


Sesungguhnya orang yang layak disebut tawanan adalah orang yang bisa ditawan syahwat dan hawa nafsunya, seperti yang dikatakan dalam sebuah pepatah, “Orang yang mengumbar pandangan matanya adalah seorang tawanan.

Jika syahwat dan nafsu sudah menawan hati manusia, maka memungkinkan bagi musuh dan rivalnya untuk melancarkan siksaan kepadanya, sehingga dia seperti anak burung di tangan anak kecil yang memainkannya sesuka hati.

8. Menutup pintu neraka jahanam


Pandangan mata adalah pintu syahwat yang menuntut pelaksanaannya. Pengharaman Allah dan syariat-Nya merupakan tabir penghalang untuk mengumbar pandangan. Siapa yang merusak tabir ini, dia akan berani melanggar larangan.

Dia tidak akan berhenti pada satu tujuan saja. Jiwa manusia tidak menentang tujuan yang sudah diperoleh, lalu dia ingin mendapatkan kesenangan dalam hal yang baru lagi. Orang yang sudah terbiasa dengan sesuatu yang pernah ada, tidak menolak untuk menerima sesuatu yang baru, apalagi jika sesuatu yang baru itu tampak lebih indah. Menahan mata bisa menutup pintu ini.

9. Menguatkan dan mengokohkan akal


Memperturutkan hawa nafsu untuk mengumbar pandangan mata pada hal-hal yang dilarang Allah SWT, tentu tidak akan dilakukan kecuali oleh orang yang lemah akalnya sehingga akalnya yang sudah mengetahui bahwa hal tersebut DILARANG, hanya saja ia tetap gegabah dan tidak memedulikan akibat yang akan ditimbulkan di kemudian hari. Tapi, orang yang cemerlang akalnya adalah yang bisa mempertimbangkan dampak dan akibat yang akan ditimbulkan pada setiap aktivitas yang akan ia perbuat.

10. Membebaskan hati dari syahwat yang memabukkan dan kelalaian yang melenakan


Mengumbar pandangan mata pasti akan membuat pelakunya lalai terhadap Allah dan memikirkan hari akhirat serta membuatnya mabuk kepayang. Sebagaimana firman Allah tentang orang-orang yang tertawan oleh rupa dan penampilan dalam Surah Al Hijr ayat 72 yang artinya;

"Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)".

Pandangan mata adalah segelas arak yang dapat memabukkan bila meminumnya. Faedah menahan pandangan mata dan bencana mengumbarnya jauh lebih banyak dari apa yang Guru Abata sebutkan di atas.

Artikel yang Guru Abata bagikan ini hanya dimaksudkan untuk memberi peringatan, terutama pandangan yang tertuju kepada sesuatu yang tidak dibutuhkan menurut ketentuan syariat, seperti memandangi keindahan wanita cantik atau para pemuda yang tampan. Karena memandang mereka adalah racun yang mematikan dan penyakit yang ganas.

Kirim Komentar

Komentar dimoderasi. Jika sesuai dengan ketentuan, maka akan segera muncul.
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang baik dan santun serta tidak spamming.

Lebih baru Lebih lama