Inilah Fenomena Setan Yang Dijelaskan Allah Dalam Al Qur’an

Telah banyak kajian dan pembahasan yang berhubungan dengan makhluk Allah yang selalu mengajak kepada jalan kesesatan ini. Pada kesempatan ini Guru Abata akan mengulas dalil-dalil al-Qur’an yang menjelaskan tentang profil dan pekerjaan setan dengan pembahasan yang berjudul fenomena setan menurut al-Qur’an.

Sebagai kitab suci yang datang dan diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril sebagai pedoman dan tuntunan, juga sebagai buku petunjuk untuk menyelamatkan manusia. Al-Qur’an telah secara tegas dan jelas menyatakan bahwa setan adalah musuh yang nyata. Musuh hebat yang harus dihindari dan dijauhi, dan bukan untuk dijadikan teman, kawan, sahabat atau pun partner.

Inilah Fenomena Setan Yang Dijelaskan Dalam al Qur’an

Allah SWT berfirman dalam Surah Faathir ayat 6:

إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لَكُمۡ عَدُوّٞ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّاۚ إِنَّمَا يَدۡعُواْ حِزۡبَهُۥ لِيَكُونُواْ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ

“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu. Maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”

Sungguh dalam kalimat ini tidak ada kata atau bahasa yang ditutup-tutupi oleh Allah SWT. Bahasa atau ungkapan Allah SWT tentang profil, siapa setan dan bagaimana misinya sudah sangat jelas dan tegas.

Bahwa setan adalah musuh yang sangat nyata bagi manusia, itulah sebabnya kita harus memproklamasikan permusuhan (di dalam hati) terhadap setan selamanya. Jangan bersekutu, berteman, apalagi bersahabat dengan setan, sebab misi mereka adalah satu, yaitu; “karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”

Sebagai musuh, setan tentu tidak selalu datang dalam wajah sebagai musuh. Karena karakternya yang termasuk makhluk ghaib, dalam arti tidak bisa dilihat dengan mata biasa, atau didengar juga diraba.

Dan karakternya pula yang bisa masuk dan merusak dalam aliran darah manusia, maka ia pun akan datang dengan berjuta-juta wajah dan berjuta-juta cara untuk mendapatkan teman agar masuk neraka bersama-sama dengan memperoleh kemurkaan dari Allah SWT.

Sungguh tidak ada yang bisa selamat dari godaan setan, kecuali hamba-hamba Allah yang mengabdi kepada Allah dengan penuh ketulusan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an Surah al-Hijr ayat 39-40:

قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغۡوَيۡتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٣٩ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ٤٠

“Iblis berkata: ‘Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang yang mengabdi dengan penuh ketulusan di antara mereka".

Pada ayat lain juga Allah SWT berfirman dalam Surah as-Shaffat ayat 36-40:

وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوٓاْ ءَالِهَتِنَا لِشَاعِرٖ مَّجۡنُونِۢ ٣٦ بَلۡ جَآءَ بِٱلۡحَقِّ وَصَدَّقَ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ٣٧ إِنَّكُمۡ لَذَآئِقُواْ ٱلۡعَذَابِ ٱلۡأَلِيمِ ٣٨ وَمَا تُجۡزَوۡنَ إِلَّا مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٣٩ إِلَّا عِبَادَ ٱللَّهِ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ٤٠

“Dan mereka berkata: ‘Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?’ Sebenarnya Dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya). Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih. Dan kamu tidak diberi pembalasan melainkan terhadap kejahatan yang telah kamu kerjakan, tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).”

Bagi para pengikut iblis dan setan, yaitu mereka yang terlena dan terperangkap terhadap rayuan manis iblis dan setan, ancamannya sangat berat.

Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an Surah Shad ayat 84-85:

قَالَ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ٨٤ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٨٥

“Allah berfirman: ‘Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran Itulah yang Ku-katakan.’ Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.”

Tidak semata-mata Allah SWT memberikan kita akal dan pikiran melainkan untuk membedakan mana yang hak dan mana yang bathil, mana yang baik dan mana buruk, mana yang harus dilakukan dan mana yang harus dijauhkan bahkan ditinggalkan.

Semoga dalil-dalil tentang fenomena setan menurut al-Qur’an ini dapat memberi petunjuk kepada kita untuk selalu berjalan pada jalan yang di lindungi Allah SWT. Aamiin. Semoga bermanfaat, terimakasih.

Kirim Komentar

Komentar dimoderasi. Jika sesuai dengan ketentuan, maka akan segera muncul.
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang baik dan santun serta tidak spamming.

Lebih baru Lebih lama