Fungsi Dan Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Selain berperan sebagai dasar negara, pancasila juga mempunyai peranan penting sebagai ideologi negara.

Tahukah kamu, apa yang maksud dengan pancasila sebagai ideologi negara? Mari kita simak penjelasan selengkapnya tentang hal tersebut disini!

Pengertian Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Sebelum memahami makna pancasila sebagai ideologi negara, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang apa itu ideologi.

nilai nilai pancasila

Idelogi berasal dari kata idea dan logos. Idea memiliki arti gagasan, konsep, pengertian dasar, atau cita-cita, sedangkan logos artinya adalah ilmu atau pengetahuan.

Oleh sebab itu, secara harfiah arti ideologi adalah ilmu mengenai pengertian-pengertian dasar. Dalam pengertian sehari-hari, arti idea disamakan dengan cita-cita.

Cita-cita yang dimaksud adalah bersifat tetap dan harus digapai, sehingga cita-cita yang bersifat tetap tersebut sekaligus merupakan dasar, pandangan, atau pemahaman.

Secara umum bisa juga dikatakan, bahwa ideologi merupakan kumpulan gagasan, ide, keyakinan, atau kepercayaan secara menyeluruh dan teratur (sistematis).

Hal-hal yang biasanya terkait dengan istilah ideologi adalah politik, sosial, kebudayaan, dan keagamaan.

Dalam ulasan kita kali ini, Pancasila tergolong sebagai ideologi.

Pancasila sebagai ideologi negara bukan hanya merupakan hasil dari pemikiran seseorang sebagaimana ideologi yang dimiliki oleh bangsa-bangsa lain.

Ideologi Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, keanekaragaman budaya, serta agama masyarakat Indonesia sejak masa sebelum terbentuknya negara Indonesia.

Nilai-nilai tersebut digali dan dirumuskan oleh para pejuang kemerdekaan kemudian dijadikan sebagai dasar dan ideologi negara.

Sebagai ideologi negara, Pancasila tidak bersifat kaku dan tertutup, akan tetapi cenderung bersifat dinamis dan terbuka.

Artinya, Pancasila dapat digunakan dalam menghadapi dan menjalani zaman yang terus menerus berkembang sesuai dengan keadaan dengan tanpa mengubah nilai-nilai dasarnya.

Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Sebagai ideologi negara, tentu saja pancasila pun memiliki fungsi. Berikut adalah fungsi pancasila sebagai ideologi negara.

Fungsi pertama adalah pancasila berperan sebagai sarana pemersatu masyarakat dan juga bertindak sebagai pemelihara persatuan dan kesatuan bangsa.

Kedua, berfungsi untuk mengarahkan dan memotivasi bangsa untuk mencapai cita-citanya.

Ketiga, karena pancasila merupakan identitas bangsa, maka pancasila juga berperan untuk memelihara dan mengembangkan identitas tersebut.

Keempat, pancasila sebagai ideologi negara juga berfungsi sebagai kontrol sosial. Maksudnya adalah pancasila menjadi tolok ukur sejauh mana negara telah mencapai hasil yang dicita-citakan.

Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Ideologi yang berkaitan dengan hal-hal yang mendasarkan satu ajaran mengenai bagaimana manusia harus bersikap dan bertindak.

Misalnya, setiap warga negara harus bertindak adil, saling tolong menolong, menghormati antar sesama, dan sebagainya.

Selain itu, warga negara juga diharuskan mematuhi dan melaksanakan berbagai ketentuan yang berlaku terkait dengan diterapkannya ideologi.

Ideologi tertentu yang dianut oleh suatu masyarakat atau bangsa memiliki seperangkat nilai sebagai landasan untuk berpikir, berperilaku, dan bertindak.

Demikian pula dengan Pancasila sebagai ideologi negara. Sebagai ideologi, secara umum Pancasila mengandung dua nilai, yakni nilai dasar dan nilai instrumental:

1. Nilai Dasar

Nilai dasar merupakan nilai yang terdapat pada kelima sila Pancasila dalam bentuk asal atau pokok yang belum dikaitkan dengan hal lain.

Nilai-nilai dasar tersebut adalah ketuhanan (sila pertama), kemanusiaan (kedua), persatuan (ketiga), kerakyatan (keempat), dan keadilan (kelima).

Nilai-nilai dasar ini tertuang dalam Pembukaan UUD 1945; karena itu, Pembukaan UUD 1945 merupakan norma dasar yang menjadi sumber tertib hukum tertinggi.

2. Nilai Instrumental

Nilai instrumental merupakan nilai yang terkait dengan nilai Pancasila sebagai arahan, kebijakan, strategi, serta terkait pula dengan lembaga pelaksananya.

Nilai instrumental merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai-nilai dasar ideologi Pancasila.

Butir-Butir Pengamalan & Contoh Penerapan Sila Pertama Pancasila di Sekolah

Pancasila merupakan dasar negara dan menjadi pedoman hidup sehari-hari bagi rakyat Indonesia.

Inilah sebabnya, setiap warga negara Indonesia harus mengerti makna dari Pancasila dan menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Sesuai dengan namanya, Pancasila terdiri dari lima butir sila, yaitu:

- Sila pertama: Ketuhanan yang Maha Esa.

- Sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

- Sila ketiga: Persatuan Indonesia.

- Sila keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

- Sila kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Penerapan dari setiap sila ini dapat kita terapkan di mana pun berada, mulai dari lingkungan rumah, masyarakat, hingga di sekolah.

Bagaimana penerapan Pancasila, terutama sila pertama di lingkungan sekolah?

Butir-Butir Pengamalan Pancasila Sila Pertama

Butir-butir pengamalan Pancasila diatur dalam ketetapan MPR yang ditetapkan pada tahun 1978, kemudian direvisi dan diterbitkan pada tahun 2003.

Berikut adalah butir-butir pengamalan Pancasila sila pertama berdasarkan dengan ketetapan MPR:

Pengamalan Pancasila: Ketuhanan yang Maha Esa Berdasarkan Ketetapan MPR No. II/MPR/1978

1. Percaya dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing, sesuai dengan dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

2. Saling hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda, agar tercipta kerukunan hidup.

3. Setiap warga negara saling menghormati kebebasan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

4. Tidak memaksakan suatu agama maupun kepercayaan kepada orang lain.

Pengamalan Pancasila: Ketuhanan yang Maha Esa Berdasarkan Ketetapan MPR No. I/MPR/2003

1. Setiap penduduk negara Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketakwaannya kepada Tuhan yang Maha Esa.

2. Penduduk Indonesia percaya dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing sesuai dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

3. Mengembangkan sikap saling hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan yang Maha Esa.

4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan pada Tuhan yang Maha Esa.

5. Agama dan kepercayaan pada Tuhan yang Maha Esa merupakan suatu hal yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan yang Maha Esa.

6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan yang Maha Esa kepada orang lain.

Contoh Penerapan Sila Pertama Pancasila di Sekolah

Dari pengamalan butir-butir Pancasila berdasarkan dengan ketetapan MPR, maka ada beberapa contoh penerapan sila pertama yang bisa diterapkan di sekolah, yaitu:

1. Menghargai agama dan kepercayaan yang dianut oleh teman-teman yang lain di sekolah.

2. Menjaga toleransi yang ada di antara setiap warga masyarakat.

3. Berteman dengan siapa saja di sekolah dan tidak membeda-bedakan dengan siapa kita berteman, termasuk berdasarkan agama.

4. Tidak menghalang-halangi teman lain yang akan menjalankan ibadahnya.

5. Menjaga ucapan yang sopan terhadap teman-teman maupun guru di sekolah.


Sumber: Buku Pendidikan Kewarganegaraan 2: Untuk SMP dan MTs Kelas VIII / Sugiyarto, tahun 2009

Pilih Metode Donasi Anda

Scan kode QRIS
BRI - MOCH TANTO FAJRIN WIDODO (4132-01-011052-53-6)
BSI - MOCH TANTO FAJRIN WIDODO (7152-49-7533)
Anda terbantu dengan artikel yang kami bagikan?
Dukung kami dengan memberi donasi. (Tekan tombol oranye!)

Posting Komentar

Komentar yang Anda berikan dimoderasi. Jika sesuai dengan ketentuan, maka akan segera muncul.
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang baik dan santun serta tidak melakukan spamming.