Social Items

Dampak Buruk Akibat Memaksa Anak Belajar Dengan Tujuan Memperoleh Nilai Bagus

Bagi para orang tua, tahukah Anda bahwa menyuruh anak untuk belajar dengan tujuan agar mendapatkan nilai yang baik memiliki pengaruh buruk terhadap mereka? Pada kesempatan ini, marilah kita bahas masalah tersebut.

Sebenarnya orang tua tidak perlu kecewa jika anak Anda memperoleh nilai yang rendah atau tidak sesuai dengan harapan.

Begitu pun Anda tidak perlu menuntut kepadanya agar mendapat hasil belajar yang sama dengan teman sebayanya, baik itu anak tetangga, anak saudara, atau mungkin teman anak kita sendiri.

Sebab jika hal tersebut dilakukan, maka nantinya justru akan menjadi sesuatu yang buruk oleh sebab Anda memaksa anak belajar demi meraih hasil bagus atau nilai yang memuaskan.

Sebagai orang tua tentunya akan merasa bangga jika anak kita memperoleh nilai yang bagus. Namun, para orang tua juga harus sadar bahwa masing-masing anak memiliki kemampuan yang berbeda.

Sehingga harusnya orang tua tidak memaksakan agar hasil belajar anaknya selalu memperoleh nilai yang sempurna. Apa sajakah dampak buruk dari menuntut anak untuk mendapat hasil belajar yang sempurna? Berikut ini penjelasannya.

Pengaruh Negatif Akibat Memaksa Anak Belajar Untuk Mendapat Nilai Bagus


1. Mengganggu Psikologis Anak


Seorang anak jika dituntut untuk memperoleh nilai yang tinggi / nilai bagus, ia akan merasa mendapatkan tekanan dan hal itu tentu akan mengganggu psikologisnya. Apalagi jika yang memaksanya untuk terus berprestasi adalah orang tuanya sendiri.

Layaknya sebuah gelas, apabila terus menerus mendapat tekanan maka bukan tidak mungkin gelas itu akan pecah.

Seorang anak yang merupakan pelajar akan mengalami stres jika dituntut untuk terus memperoleh hasil belajar yang bagus. Apalagi jika kemampuan berpikir anak tersebut di bawah rata-rata, tentu hal ini akan mengganggu perkembangan mental anak tersebut.

2. Merusak Rasa Percaya Diri Anak


Apabila seorang anak belajar secara berlebihan demi memperoleh nilai yang bagus, biasanya akan berpengaruh terhadap rasa percaya dirinya.

Apalagi jika anak tersebut sudah berusaha maksimal dalam belajar tapi hasil yang diperoleh tidak sebaik yang diharapkan, maka bukan tidak mungkin lagi jika anak tersebut cenderung akan berkecil hati dan minder di hadapan teman-temannya.

Bila tidak diarahkan dengan baik, hal ini juga dapat menimbulkan rasa putus asa pada anak yang tidak mendapatkan nilai bagus terhadap anak yang nilainya bagus.

3. Mengganggu Kesehatan Fisik Anak


Kesehatan merupakan modal utama bagi setiap orang untuk dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Apabila seorang anak merasa mendapat tuntutan orang tua untuk memperoleh hasil belajar yang baik, maka hal itu akan dapat mengganggu kesehatan fisiknya.

Apalagi jika kegiatan belajar dilakukan semalaman suntuk atau bahkan memporsir diri untuk belajar demi memperoleh nilai yang bagus, maka kesehatannya akan memburuk. Sebab, waktu istirahat anak jadi berkurang dan bisa berakibat mudah terserang penyakit.

4. Menanamkan Sikap Otoriter Terhadap Anak


Sikap otoriter yang ada pada diri seorang anak bisa jadi diperoleh dari sikap orang tuanya sendiri yang seringkali memaksa kehendak kepada anak-anaknya.

Oleh sebab itu, anak akan meniru sikap pemaksa yang berasal dari orang tuanya. Maka tidak heran jika nanti sang anak akan menuntut diberikan fasilitas atau sesuatu yang diinginkannya sebagai bentuk reward atau hadiah.

5. Perilaku Menyimpang Dimungkinkan Akan Terjadi


Perilaku menyimpang dapat dilakukan oleh seorang anak yang memperoleh sumber inspirasinya dari sikap orang tua. Hal ini kemungkinan akan terjadi jika orang tua selalu menuntut anaknya untuk meraih nilai bagus di sekolah.

Sebab, jika sang anak tidak mampu mendapatkan nilai bagus tersebut, bisa saja ia akan melakukan segala cara untuk memencapai target tersebut, misalnya dengan mencontek atau lainnya.

Perilaku tidak baik itu dilakukan olehnya untuk menghindari kemarahan orang tua bilamana tidak memperoleh hasil belajar yang baik.

Demikian penjelasan mengenai dampak buruk akibat memaksa anak belajar dengan tujuan memperoleh nilai bagus ini Guru Abata sampaikan. Semoga setiap orang tua agar dapat lebih memahami potensi, serta minat dan bakat anak agar tidak memaksakan kehendak pada sesuatu yang bukan bidangnya.

Dampak Buruk Akibat Memaksa Anak Belajar Dengan Tujuan Memperoleh Nilai Bagus

Dampak Buruk Akibat Memaksa Anak Belajar Dengan Tujuan Memperoleh Nilai Bagus

Bagi para orang tua, tahukah Anda bahwa menyuruh anak untuk belajar dengan tujuan agar mendapatkan nilai yang baik memiliki pengaruh buruk terhadap mereka? Pada kesempatan ini, marilah kita bahas masalah tersebut.

Sebenarnya orang tua tidak perlu kecewa jika anak Anda memperoleh nilai yang rendah atau tidak sesuai dengan harapan.

Begitu pun Anda tidak perlu menuntut kepadanya agar mendapat hasil belajar yang sama dengan teman sebayanya, baik itu anak tetangga, anak saudara, atau mungkin teman anak kita sendiri.

Sebab jika hal tersebut dilakukan, maka nantinya justru akan menjadi sesuatu yang buruk oleh sebab Anda memaksa anak belajar demi meraih hasil bagus atau nilai yang memuaskan.

Sebagai orang tua tentunya akan merasa bangga jika anak kita memperoleh nilai yang bagus. Namun, para orang tua juga harus sadar bahwa masing-masing anak memiliki kemampuan yang berbeda.

Sehingga harusnya orang tua tidak memaksakan agar hasil belajar anaknya selalu memperoleh nilai yang sempurna. Apa sajakah dampak buruk dari menuntut anak untuk mendapat hasil belajar yang sempurna? Berikut ini penjelasannya.

Pengaruh Negatif Akibat Memaksa Anak Belajar Untuk Mendapat Nilai Bagus


1. Mengganggu Psikologis Anak


Seorang anak jika dituntut untuk memperoleh nilai yang tinggi / nilai bagus, ia akan merasa mendapatkan tekanan dan hal itu tentu akan mengganggu psikologisnya. Apalagi jika yang memaksanya untuk terus berprestasi adalah orang tuanya sendiri.

Layaknya sebuah gelas, apabila terus menerus mendapat tekanan maka bukan tidak mungkin gelas itu akan pecah.

Seorang anak yang merupakan pelajar akan mengalami stres jika dituntut untuk terus memperoleh hasil belajar yang bagus. Apalagi jika kemampuan berpikir anak tersebut di bawah rata-rata, tentu hal ini akan mengganggu perkembangan mental anak tersebut.

2. Merusak Rasa Percaya Diri Anak


Apabila seorang anak belajar secara berlebihan demi memperoleh nilai yang bagus, biasanya akan berpengaruh terhadap rasa percaya dirinya.

Apalagi jika anak tersebut sudah berusaha maksimal dalam belajar tapi hasil yang diperoleh tidak sebaik yang diharapkan, maka bukan tidak mungkin lagi jika anak tersebut cenderung akan berkecil hati dan minder di hadapan teman-temannya.

Bila tidak diarahkan dengan baik, hal ini juga dapat menimbulkan rasa putus asa pada anak yang tidak mendapatkan nilai bagus terhadap anak yang nilainya bagus.

3. Mengganggu Kesehatan Fisik Anak


Kesehatan merupakan modal utama bagi setiap orang untuk dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Apabila seorang anak merasa mendapat tuntutan orang tua untuk memperoleh hasil belajar yang baik, maka hal itu akan dapat mengganggu kesehatan fisiknya.

Apalagi jika kegiatan belajar dilakukan semalaman suntuk atau bahkan memporsir diri untuk belajar demi memperoleh nilai yang bagus, maka kesehatannya akan memburuk. Sebab, waktu istirahat anak jadi berkurang dan bisa berakibat mudah terserang penyakit.

4. Menanamkan Sikap Otoriter Terhadap Anak


Sikap otoriter yang ada pada diri seorang anak bisa jadi diperoleh dari sikap orang tuanya sendiri yang seringkali memaksa kehendak kepada anak-anaknya.

Oleh sebab itu, anak akan meniru sikap pemaksa yang berasal dari orang tuanya. Maka tidak heran jika nanti sang anak akan menuntut diberikan fasilitas atau sesuatu yang diinginkannya sebagai bentuk reward atau hadiah.

5. Perilaku Menyimpang Dimungkinkan Akan Terjadi


Perilaku menyimpang dapat dilakukan oleh seorang anak yang memperoleh sumber inspirasinya dari sikap orang tua. Hal ini kemungkinan akan terjadi jika orang tua selalu menuntut anaknya untuk meraih nilai bagus di sekolah.

Sebab, jika sang anak tidak mampu mendapatkan nilai bagus tersebut, bisa saja ia akan melakukan segala cara untuk memencapai target tersebut, misalnya dengan mencontek atau lainnya.

Perilaku tidak baik itu dilakukan olehnya untuk menghindari kemarahan orang tua bilamana tidak memperoleh hasil belajar yang baik.

Demikian penjelasan mengenai dampak buruk akibat memaksa anak belajar dengan tujuan memperoleh nilai bagus ini Guru Abata sampaikan. Semoga setiap orang tua agar dapat lebih memahami potensi, serta minat dan bakat anak agar tidak memaksakan kehendak pada sesuatu yang bukan bidangnya.

Tidak ada komentar

Komentar dimoderasi. Jika sesuai dengan ketentuan, maka akan segera muncul.
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang baik dan santun serta tidak spamming.