Beberapa Tips Ampuh Untuk Mengatasi Amarah

Ketika seseorang merasa emosi, tentu akan sangat sulit untuk mengendalikan amarah agar tidak berdampak buruk pada diri sendiri dan orang lain.

Pada kesempatan ini Guru Abata akan membagikan tips ampuh untuk mengatasi amarah. Dengan harapan agar sobat Guru Abata dapat mengetahui dan merealisasikannya disaat hati sedang emosi.

Beberapa Tips Ampuh Untuk Mengatasi Amarah

Artikel ini sebenarnya memiliki korelasi dengan artikel Guru Abata pada postingan yang lalu tentang Rasulullah Berpesan Kepada Kita, “Jangan Marah!”. Berikut ini adalah tips ampuh untuk mengendalikan amarah:

1. Diam (jangan bicara)


Ketika yang ada di balik dada atau kepala kita adalah kobaran api emosi yang siap menyulut segala hal yang ada melalui mulut atau suara kita, atau bahkan melalui anggota tubuh yang lain, seperti mata, tangan, kaki dan sebagainya, maka diam adalah salah satu solusi untuk meredam bahkan mematikan api emosi tersebut.

Biarkan bara api tersebut membakar masa waktu demi waktu, untuk kemudian padam dan mati sama sekali. Dan ketika api emosi tersebut sudah mati, maka saat itulah rasio dapat berperan untuk mencari solusi dalam menyelesaikan problematika yang sedang dihadapi.

Yang dapat membahayakan tentu saja tidak hanya mulut atau kata-kata yang ditulis melalui surat atau media pesan lainnya. Namun gerakan anggota tubuh juga dapat memicu hal tersebut, seperti tangan dengan cubitan, pukulan atau peran lainnya, maupun kaki atau apapun anggota tubuh yang dapat digunakan untuk mengekspresikan emosinya. Oleh karena itu, salah satu cara yang cukup efektif untuk meredam emosi adalah DIAM.

2. Mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan setan


Tidak ada orang yang kuat kecuali ia telah diberi kekuatan oleh Allah SWT. Tidak ada orang yang selamat dari apapun atau siapapun melainkan ia telah diselamatkan oleh Allah SWT. Maka bermunajat kepada Dzat Yang Maha Kuat, yaitu Allah SWT dan memohon agar kita dikuatkan oleh Allah SWT merupakan suatu keharusan yang kita lakukan.

Ketika Allah SWT berkenan memenuhi permohonan kita, pasti apa atau siapapun termasuk setan yang paling kuat sekalipun tidak akan mampu menggelincirkan kita dari jalan kebenaran, yaitu jalan yang diridloi oleh Allah SWT.

Ituah sebabnya, saat kita hendak membaca Al Qur’an pun sebagai salah satu bentuk ibadah atau jalan yang diridloi Allah SWT, kita dianjurkan untuk memulai membacanya dengan memohon perlindungan dari Allah SWT.

Sebagaimana Allah berfirman dalam al Qur’an Surah an Nahl ayat 98 yang artinya; “Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

3. Mengubah posisi


Mengubah posisi seperti kalau saat kita sedang berdiri, maka duduklah. Kalau kita sedang duduk, maka kita bisa memilih apakah mau berbaring atau mau berdiri. Kalau kita sedang berada di dalam rumah, cobalah berjalan keluar.

Artinya, kita harus melakukan langkah hijrah dari situasi kita untuk menemukan suasana baru. Karena antara fisik dan pikiran, antara raga dan jiwa senantiasa berkaitan. Kalau fisik kita disakiti, sering akan berdampak pada kejiwaan kita, seperti tidak bergairah, putus asa atau marah.

4. Berwudlulah


Orang yang sedang marah atau emosi, berarti ia sedang dalam dekapan setan, sedangkan setan diciptakan oleh Allah dari api. Api akan mati kalau terkena air. Maka orang yang sedang emosi karena pengaruh setan, akan segera dingin dan setan akan pergi ketika tubuh kita disiram dengan air wudlu.

5. Perbanyak dzikir


Allah SWT berfirman dalam Surah ar Ra’d ayat 28 yang artinya; “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Dalam kitab Jami’urrasail karangan Ibnu Taimiyah disebutkan bahwa Imam Ibnu Taimiyah ditanya oleh seseorang tentang maksud dari sabar yang baik dan memberi maaf yang baik, serta hijrah yang baik, juga pembagian antara manusia yang takwa dan yang sabar.

Imam Ibnu Taimiyah menjawab, “Allah Subhaanahu Wa Ta'aalaa memerintahkan Nabi-Nya untuk hijrah dengan baik, memberi maaf dengan cara yang baik, dan bersabar yang baik.

Hijrah yang baik adalah hijrah yang tidak menyakiti, memberi maaf yang baik adalah memberi maaf tanpa ada rasa penyesalan, sabar yang baik adalah sabar yang tidak pernah mengeluh.”

Semoga kita semua merupakan orang yang mampu mengendalikan amarah dengan baik. Demikian pembahasan Guru Abata mengenai tips ampuh untuk mengatasi amarah ini, semoga dapat kita realisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Kirim Komentar

Komentar dimoderasi. Jika sesuai dengan ketentuan, maka akan segera muncul.
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang baik dan santun serta tidak spamming.

Lebih baru Lebih lama