Apa Itu Diabetes?

Pengertian Diabetes

Diabetes adalah salah satu penyakit kronis dan bisa berlangsung dalam jangka panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) dalam tubuh hingga di atas nilai normal. Jenis utama diabetes terdapat 2, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

Diabetes

Faktor Resiko Diabetes

Faktor resiko diabetes tipe 1, antara lain:

- Faktor riwayat keluarga atau keturunan. Yaitu seseorang akan memiliki resiko lebih besar terkena diabetes tipe 1 jika terdapat anggota keluarga yang mengidap penyakit tersebut, karena diabetes berhubungan erat dengan gen tertentu.

- Faktor geografi. Orang yang bertempat tinggal di daerah yang jauh dari zona khatulistiwa, misalnya di Finlandia dan Sardinia, maka beresiko terkena diabetes tipe 1. Hal ini disebabkan karena kurangnya asupan vitamin D yang dapat diperoleh dari sinar matahari, sehingga akhirnya dapat memicu penyakit autoimun.

- Faktor usia. Penyakit ini paling banyak terdeteksi pada anak-anak dengan rentang usia 4-7 tahun, kemudian pada anak-anak usia 10-14 tahun.

- Faktor pemicu lainnya. Seperti misalnya anak usia terlalu dini banyak mengkonsumsi susu sapi, air yang mengandung natrium nitrat, sereal dan gluten sebelum usia 4 bulan atau setelah 7 bulan, memiliki ibu yang mempunyai riwayat preeklampsia, serta menderita penyakit kuning sejak lahir.

Faktor resiko diabetes tipe 2, antara lain:

- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Distribusi lemak perut yang tinggi
- Gaya hidup tidak aktif dan kurang banyak beraktifitas atau berolahraga
- Riwayat penyakit diabetes tipe 2 secara keturunan di keluarga
- Orang ras kulit hitam, Native American, hispanik, dan Asia - Amerika, mempunyai angka pengidap lebih tinggi dari pada ras kulit putih
- Usia di atas 45 tahun, meskipun tidak menutup kemungkinan bisa terjadi sebelum usia 45 tahun
- Kondisi pre-diabetes, yaitu disaat kadar gula darah lebih tinggi dari keadaan normal, tapi tidak cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai pengidap diabetes
- Riwayat diabetes ketika hamil
- Wanita dengan sindrom ovarium polikistik, yang ditandai dengan menstruasi tidak datang secara teratur, rambut tumbuh secara berlebihan, dan obesitas

Penyebab Diabetes

Diabetes dapat disebabkan karena adanya gangguan dalam tubuh, sehingga tubuh tidak mampu menggunakan glukosa darah ke dalam sel, sehingga glukosa akan cenderung menumpuk dalam darah.

Pada kondisi diabetes tipe 1, gangguan ini disebabkan karena pankreas tidak mampu memproduksi hormon tertentu. Sedangkan pada kondisi diabetes tipe 2, gangguan ini terjadi karena tubuh menggunakan hormon tertentu secara tidak efektif atau kekurangan hormon tertentu yang relatif ddari pada kadar glukosa darah.

Kadar glukosa yang tinggi ini akan merusak pembuluh darah kecil pada ginjal, jantung, mata, dan sistem saraf, sehingga menyebabkan berbagai macam komplikasi.

Gejala Diabetes

Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2, antara lain sebagai berikut:

- Sering merasa haus
- Meningkatnya frekuensi buang air kecil, terutama di malam hari
- Rasa lapar yang terus menerus
- Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
- Lemas dan merasa lelah
- Pandangan menjadi kabur
- Luka jadi lama sembuh
- Sering terjadi infeksi pada bagian kulit, saluran kemih, gusi, atau vagina

Diagnosis Diabetes

Dokter akan mendiagnosis diabetes pada seseorang dengan cara melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang lainnya seperti pemeriksaan darah dan urine.

Komplikasi Diabetes

Diabetes tipe 1 maupun tipe 2 bisa menyebabkan terjadi komplikasi yang berupa kerusakan pada retina mata, kerusakan saraf, penyakit stroke dan jantung koroner, kerusakan ginjal, disfungsi seksual, keguguran, atau bahkan bayi lahir mati dari ibu yang mengidap diabetes.

Pengobatan Diabetes

Pengobatan diabetes tipe 1, antara lain:

- Hormon tertentu untuk mengontrol glukosa darah. Hormon ini diberikan dengan cara disuntik pada lapisan di bawah kulit sekitar 3-4 kali sehari sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter.

- Pola makan sehat dan olahraga teratur untuk membantu mengontrol tingkat glukosa darah.

- Merawat kesehatan kaki dan memeriksakan mata secara berkala guna mencegah terjadi komplikasi lebih lanjut.

Pengobatan diabetes tipe 2, antara lain:

1. Perubahan pola hidup sehat, antara lain:

- Menghindari makanan berkadar glukosa tinggi atau berlemak tinggi.
- Meningkatkan makanan tinggi serat.
- Membiasakan berolahraga secara teratur, minimal selama 3 jam setiap minggu.
- Menurunkan dan menjaga berat badan tetap ideal.
- Menghindari atau berhenti merokok.
- Menghindari atau berhenti mengonsumsi minuman beralkohol.
- Menjaga kesehatan kaki dan mencegah kaki terluka.
- Memeriksa kondisi kesehatan mata secara rutin.

2. Pemberian obat-obatan diabetes di bawah pengawasan dokter.

Pencegahan Diabetes

Pada diabetes tipe 1, antara lain:

- Menjalani pengobatan secara intensif jika terdapat anggota keluarga yang mengidap diabetes tipe 1.
- Menjalani tes DNA untuk mengetahui ada dan tidaknya gen pembawa atau penyakit diabetes tipe 1.

Pada diabetes tipe 2, antara lain:

- Mempertahankan berat badan yang ideal dengan cara mengkonsumsi makanan rendah lemak.
- Mengkonsumsi makanan yang mengandung serat tinggi seperti buah dan sayur.
- Mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.
- Berolahraga secara rutin dan banyak melakukan aktivitas fisik.
- Mengurangi duduk diam dalam waktu terlalu lama, seperti ketika menonton televisi.
- Menghindari atau berhenti merokok.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter untuk mendapatkan solusi terbaik jika mengalami gejala-gejala di atas.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada tahun 2019. Diabetes: Symptoms, Treatment, and Early Diagnosis.
WebMD. Diakses pada tahun 2019.Diabetes Center: Types, Cause, Symptoms, Test, and Treatments.
Baca Juga

Posting Komentar

Komentar yang Anda berikan dimoderasi. Jika sesuai dengan ketentuan, maka akan segera muncul.
Silahkan berkomentar dengan bahasa yang baik dan santun serta tidak melakukan spamming.

Lebih baru Lebih lama