Bagaimana Rokok Bisa Sebabkan Kanker Tenggorokan? Ini Alasannya!

Tahukah Anda dampak yang dapat ditimbulkan oleh rokok secara global? Jangan kaget, menurut...Kanker tenggorokan itu sendiri merupakan salah satu tumor
Tahukah Anda dampak yang dapat ditimbulkan oleh rokok secara global? Jangan kaget, menurut data yang diperoleh dari WHO, setidaknya lebih dari 7 juta kematian terjadi disebabkan oleh penyakit yang timbul dari asap rokok setiap tahunnya. Mirisnya lagi, sekitar 1,2 perokok pasif meninggal dikarenakan terpapar asap rokok. Sangat mengkhawatirkan, bukan?

Nah, saat berbicara tentang rokok tentunya berkaitan juga dengan berbagai penyakit yang menyertainya, salah satunya adalah kanker tenggorokan. Pertanyaannya, bagaimana rokok bisa menyebabkan kanker tenggorokan? Anda penasaran? Simak ulasannya di bawah ini.

Bagaimana Rokok Bisa Sebabkan Kanker Tenggorokan?

Bahan Kimia Memicu Mutasi Gen

Mau tahu penyebab kanker tenggorokan? Penyakit satu ini dipicu oleh adanya perubahan atau mutasi gen pada sel-sel tenggorokan. Mutasi inilah yang bakal memicu pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali. Sayangnya, penyebab proses mutasi tersebut masih belum diketahui secara pasti.

Namun, menurut para ahli di National Institutes of Health - MedlinePlus, banyak sekali faktor resiko yang dapat memicu mutasi gen pada sel-sel di tenggorokan. Selain konsumsi alkohol, kebiasaan merokok juga dapat memicu mutasi gen tersebut.

Menurut studi dari U.S. Surgeon General (2010), setiap kali seseorang menghirup asap tembakau, maka tenggorokan orang tersebut akan langsung terpapar lebih dari 7.000 bahan kimia. Ingatlah, beberapa di antaranya merupakan bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker. Nah, kondisi inilah yang dapat mengiritasi sampai menimbulkan kanker pada tenggorokan.

Kanker tenggorokan itu sendiri merupakan salah satu tumor ganas yang senang tumbuh dan berkembang di area tenggorokan. Kanker ini dapat dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan area tenggorokan yang terserang, yaitu kanker faring, laring, dan tonsil.

Awasi Faktor Risiko Lainnya

Pada prinsipnya, kanker tenggorokan ini terjadi diakibatkan oleh terjadinya mutasi pada sel-sel pada tenggorokan. Nantinya mutasi ini akan memicu pertumbuhan sel yang tidak terkendali.

Meskipun penyebab utama dari mutasi ini masih belum diketahui secara pasti, tetapi merokok dipercaya mampu meningkatkan resiko seseorang terserang kanker tenggorokan. Hal yang wajib diingat adalah selain rokok terdapat faktor lainnya juga yang bisa memicu kanker tenggorokan, misalnya:

- Mengidap infeksi virus HPV (human papillomavirus).
- Kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
- Kebersihan gigi dan mulut yang tidak terjaga.
- Konsumsi buah dan sayur yang amat minim.

Ada Sederet Ancaman Lainnya

Ribuan zat kimia yang terkandung di dalam rokok sejatinya tidak saja menyoal pada kanker tenggorokan. Tetapi zat-zat mematikan itu juga dapat menimbulkan masalah kesehatan serius lainnya.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, sebagian besar orang yang meninggal disebabkan kebiasaan merokok, hidupnya diliputi dengan berbagai penyakit serius yang berkaitan dengan rokok. Para pakar disana menjelaskan, merokok dapat memicu berbagai penyakit, antara lain:

- Berbagai jenis kanker.
- Penyakit jantung, stroke, dan penyakit paru-paru.
- Diabetes.
- Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), yang meliputi emfisema dan bronkitis kronis.
- Merokok juga dapat meningkatkan resiko TBC, penyakit mata tertentu, serta masalah sistem kekebalan tubuh, termasuk juga rheumatoid arthritis.
- Meningkatkan resiko disfungsi ereksi pada pria.

Nah, sudah tahu kan betapa mengerikannya dampak yang sisebabkan oleh rokok bagi kesehatan diri dan orang-orang di sekeliling kita? Lantas, yakinkah Anda masih mau merokok?

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada tahun 2020. Smoking & Tobacco Use.
Healthline. Diakses pada tahun 2020. What Is Throat Cancer?
Mayo Clinic. Diakses pada tahun 2020. Throat Cancer.
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada tahun 2020. Throat Cancer.
WHO. Diakses pada tahun 2020. Key facts - Tobacco.